Kompas.com - 25/10/2017, 03:01 WIB
Direktur Jababeka, Djefri menjelaskan rencana pembangunan KIK kepada Komisi D DPRD Jawa Tengah, Selasa (24/10/2017). Kompas.com/Slamet Priyatin Direktur Jababeka, Djefri menjelaskan rencana pembangunan KIK kepada Komisi D DPRD Jawa Tengah, Selasa (24/10/2017).
|
EditorHilda B Alexander

KENDAL, KompasProperti - Jababeka berencana membangun pembangkit listrik tenaga gas, berkekuatan 810.000 Kwh di Kawasan Industri Kendal (KIK) Jawa Tengah.

Pembangkit listrik itu akan digunakan untuk memasok listrik perusahaan-perusahaan yang ada di KIK.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Direktur Jababeka Djefri Cantono mengatakan hal tersebut di hadapan anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah, yang melakukan kunjungan ke KIK, Selasa (24/10).

Menurut Djefri, luas KIK rencananya ada 2.700 hektar. Setiap hektarnya membutuhkan listrik 300 Kwh.

“Jadi totalnya kebutuhan listrik di KIK nanti ada 810.000 Kwh,“ ujar Djefri.

Djefri menjelaskan, pembangkit listrik itu, akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 5 hektar. Untuk perizinannya, saat ini sudah selesai, termasuk izin lingkungan, perencanaan dan lainnya. Namun pembangunannya, akan dilakukan sekitar 2 tahun lagi.

“Kalau waktu pembangunan pembangkit listrik, membutuhkan waktu 2 hingga 3 tahun. KIK akan mempunyai pembangkit listrik sendiri, sekitar 5 tahun ke depan," cetusnya.

Djefri mengaku, tarif listrik milik KIK dipastikan akan lebih mahal dibandingkan dengan tarif listrik milik PLN. Namun ia menjamin, listrik milik KIK kualitasnya lebih baik dan tidak akan ada pemadaman.

“Cuma kita belum menentukan tarifnya. Masih menunggu aturan dari gubernur,” sebutnya.

Sementara itu, ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah, Alwin Basri mengaku berkunjung ke KIK, dalam rangka melakukan tinjauan pembangunan listrik.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.