Kompas.com - 19/10/2017, 09:31 WIB
Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Imam Santoso saat wawancara dengan KOMPAS.com di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta, 18/10/2017).  KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMODirektur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Imam Santoso saat wawancara dengan KOMPAS.com di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta, 18/10/2017).
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Program kerja pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) yang ingin diwujudkan di dalam Nawacita yakni menghadirkan ketahanan pangan nasional bagi masyarakat.

Guna mendukung upaya tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggagas program sumber daya air dengan menyelesaikan proyek pembangunan 65 bendungan dalam kurun waktu lima tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Imam Santoso mengatakan, 65 bendungan yang hendak dirampungkan tersebar hampir di seluruh wilayah Tanah Air.

Dari jumlah tersebut, 16 di antaranya merupakan proyek yang telah dijalankan sejak era pemerintahan sebelumnya. Sementara sisanya merupakan proyek baru yang digagas Jokowi-JK.

Berdasarkan data yang dikutip KompasProperti dari Dirjen SDA Kementerian PUPR, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 79,1 triliun untuk menyelesaikan seluruh proyek tersebut.

"Bendungan itu proyek besar seperti jalan tol. Butuh 3-4 tahun," kata Imam kepada KompasProperti, Rabu (18/10/2017).

Untuk sebaran, Pulau Jawa masih mendominasi dengan 24 bendungan. Disusul Sumatera 11, Sulawesi 9, NTT 7, Kalimantan 5, NTB 4, Bali 3, serta Maluku dan Papua masing-masing 1 bendungan.

Adapun bendungan yang digarap pemerintah berjenis multifungsi. Artinya, selain digunakan sebagai tempat penampungan untuk air irigasi, juga sebagai sumber air baku, perikanan, pengendali banjir, pariwisata hingga sumber energi dengan pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Kondisi Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (17/3/2016).Ridwan Aji Pitoko/Kompas.com Kondisi Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (17/3/2016).
Membangun sebuah bendungan, menurut Imam, bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Sampai dengan akhir tahun 2017 ini, pemerintah menargetkan sepuluh bendungan rampung.

Tak mulus

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.