Kompas.com - 16/10/2017, 16:30 WIB
|
EditorHilda B Alexander

KENDAL, KompasProperti - Seluas 14.034 meter persegi tanah wakaf yang ada di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, terkena proyek pembangunan Jalan Tol Batang-Semarang.

Tanah ini mencakup 6.780 meter persegi tanah makam, dan 7.254 meter persegi lainnya tanah wakaf yang sudah dimanfaatkan sebagai masjid, mushala, dan madarasah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades ) Kendal Subaidi mengatakan pihaknya sudah mendapat data tanah wakaf yang terkena proyek pembangunan Jalan Tol Semarang-Batang. Tanah-tanah itu tersebar di 11 desa yang ada di 7 kecamatan.

“Karena bukan kewenangan Dispermasdes, maka yang dilaksanakan sebatas mendorong dan memberikan layanan konsultasi kepada desa, dalam hal penyelesaiannya,” kata Subaidi kepada KompasProperti, Senin (16/10/2017).

Sementara itu, Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Saerozi menyatakan sudah mendapat data dan laporan adanya tanah wakaf yang terkena proyek jalan bebas hambatan tersebut.

Dia mengaku sudah melakukan pengurusan terkait ganti tanah wakaf tersebut. Namun, saat ini masih dalam proses.

"Sebagian sudah naik ke Kementrian, karena sudah mendapat surat keputusan (SK) dari bupati,” ucap Saerozi.

Saerozi menambahkan, dia ikut mengecek langsung beberapa tanah wakaf yang terkena proyek jalan tol. Pada prinsipnya, semua tidak ada masalah, sebab tanah penggantinya lebih luas, dan digunakan untuk kepentingan umum.

Tanah wakaf itu tidak boleh berkurang meski hanya sejengkal. Di samping itu, hanya boleh digunakan untuk kepentingan umum,” jelasnya.

Saerozi berharap ganti tanah wakaf yang terkena proyek tol bisa cepat selesai, sehingga proses pembangunannya lancar.

Jika lancar, pada Lebaran 2018 Jalan Tol Semarang-Batang bisa dilalui, sesuai yang ditargetkan oleh pemerintah.

“Kalau Tol Semarang-Batang bisa dilewati bisa mengurangi kepadatan di jalur Pantura," tuntas Saerozi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.