Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Guncangan Bom di Proyek MRT Malaysia, Kontraktor Segera Diperiksa

Kompas.com, 13 Oktober 2017, 19:30 WIB
Haris Prahara

Penulis

KompasProperti – Pemerintah Malaysia memberikan perhatian serius terhadap meledaknya bom di area konstruksi stasiun bawah tanah mass rapid transit (MRT). Mereka menelaah secara detail latar belakang kejadian tersebut.

Untuk diketahui, terjadi sebuah ledakan pada area konstruksi stasiun MRT di kawasan Bandar Malaysia, Selasa (10/10) sekitar pukul 17.00 waktu setempat.

Perkembangan terbaru pada Jumat (14/10/2017) sore, sebanyak dua pekerja tewas dan seorang lainnya dalam kondisi kritis akibat peristiwa itu.

Pihak kepolisian telah mengonfirmasi bahwa ledakan berasal dari sebuah bom lama yang belum meledak sejak era Perang Dunia II.

Terkait hal itu, pemerintah Malaysia melalui Kementerian Pekerjaan Umum segera meneliti apakah standar prosedur operasional (SOP) dipatuhi atau tidak oleh pelaksana proyek selama konstruksi berlangsung.

Menteri Pekerjaan Umum Malaysia Fadillah Yusof mengatakan, penyelidikan segera dimulai setelah mendapat lampu hijau dari pihak kepolisian yang juga tengah melaksanakan tugasnya.

"Kami mesti menunggu kesimpulan dari kepolisian sebelum Badan Pengembangan Industri Konstruksi (CIDB) dan Departemen Keselamatan dan Bahaya Kerja (DOSH) bisa masuk ke lokasi kejadian dan mencari tahu apa yang terjadi,” ujar Fadillah, seperti dilansir The Star Online.

Ia mengklaim, pihak kementerian memiliki sejumlah teknologi untuk memindai dan mendeteksi kondisi bawah tanah agar kerusakan kabel  dan pipa dapat dihindari.

“Itu merupakan SOP umum untuk proyek-proyek yang melibatkan kerja di bawah tanah,” cetusnya.

MRT Malaysiarazaklatif MRT Malaysia
Lebih lanjut, Fadillah mengatakan, peristiwa meledaknya bom sisa Perang Dunia II tersebut tak dapat diprediksi lantaran cetak biru daerah itu berbeda dengan kondisi aktual.

"Biasanya, pengembang akan memperoleh cetak biru bawah tanah dari otoritas lokal sebelum memulai pembangunan. Akan tetapi, situasinya berbeda antara cetak biru dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Kecelakaan ini berada di luar kendali kami,” tutur Fadillah.

Sekadar informasi, area konstruksi Bandar Malaysia merupakan bagian dari 11 stasiun bawah tanah di jalur MRT Sungai Buloh-Serdang-Putrajaya.

Baca juga: Baru Seminggu Operasi, Fasilitas MRT Malaysia Mulai Rusak

Sejak Juli lalu, pemerintah Malaysia telah mengoperasikan penuh rute MRT Sungai Buloh hingga Kajang. Moda berbasis rel itu melintasi rute sepanjang 51 kilometer dengan 31 stasiun pemberhentian.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau