Tunggu Jokowi Datang, Jalan Rusak Baru Diperbaiki

Kompas.com - 11/10/2017, 20:00 WIB
Beginilah kondisi sebagian besar jalanan di Kota Medan, Rabu (11/10/2017) KOMPAS.com / Mei LeandhaBeginilah kondisi sebagian besar jalanan di Kota Medan, Rabu (11/10/2017)
|
EditorHilda B Alexander

MEDAN, KompasProperti - Warga Jalan Mukhtar Basri, Jalan Bukit Barisan, Glugur Darat dan Kampung Durian putus harapan.

Akses yang setiap hari mereka lintasi, sudah bertahun-tahun rusak parah. Menjadi kolam saat musim hujan dan sarang abu begitu kemarau.

Janji-janji akan diperbaiki tak kunjung terwujud. Tak pelak mereka pun marah, dan mengancam akan melakukan demo besar-besaran.

"Perbaikan yang dilakukan terkonsentrasi di kawasan tertentu saja, ada diskriminasi lokasi. Kami menderita dengan jalan rusak ini. Sudah tiga kali ganti wali kota, puluhan pejabat meninjau, tak ada perbaikan. Tunggu Joko Widodo (Jokowi) datang dulu rupanya baru diperbaiki jalan ini," kata Aulia Asmul Nasution, mahasiswa fakultas hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) kepada KompasProperti.

Setiap hari, untuk menuju kampusnya, dia harus melewati jalan berlumpur dan berlubang-lubang. Jalan Mukhtar Basri dan Jalan Bukit Barisan yang kondisinya paling parah menjadi akses utama menuju tempatnya menimba ilmu.

Akibatnya, kerugian dialami semua lapisan masyarakat. Mulai dari pedagang di sekitar kampus, pengguna jalan, warga dan mahasiswa.

"Kami sudah capek minta Pemerintah Kota (Pemko) Medan memperbaiki. Tak ada reaksi wali kota, warga sudah menanami pohon dan menyemen jalan. Kami menilai ini bentuk arogansi dan diskriminasi," ucap Aulia.

Menurutnya, pengguna jalan yang melintasi kedua akses tersebut lebih dari 25.000 orang per minggu. Mahasiswa UMSU saja jumlahnya 20.000 orang.

Gerbang Tol Lubuk Pakam, bagian dari Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sepanjang 61 kilometer.Hilda B Alexander/Kompas.com Gerbang Tol Lubuk Pakam, bagian dari Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sepanjang 61 kilometer.
Untuk itu, Aulia bilang, seluruh mahasiswa akan melakukan aksi protes terhadap Pemko Medan, menuntut segera melakukan perbaikan kedua jalan rusak itu.

"Dana APBD 2016 dan 2017 telah dianggarkan untuk perbaikan Jalan Mukhtar Basri sekitarnya. Sudah mau akhir tahun, jalan kami masih sekarat, pikirkanlah penderitaan rakyat ini,” tegas dia.

Pengaspalan

Keluhan Aulia dan warga sepertinya diakomodasi Pemko Medan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU). Mereka mulai mengaspal Jalan Mukhtar Basri pada Selasa (10/10/2017).

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X