Tiga Kementerian Berkolaborasi Mengembalikan Situ yang 'Menghilang'

Kompas.com - 10/10/2017, 16:00 WIB
Penandatangan nota kesepahaman terkait perlindungan dan optimalisasi fungsi situ, danau, embung dan waduk oleh tiga kementerian di Auditorium Kementerian PUPR, Selasa (10/10/2017). Kompas.com / Dani PrabowoPenandatangan nota kesepahaman terkait perlindungan dan optimalisasi fungsi situ, danau, embung dan waduk oleh tiga kementerian di Auditorium Kementerian PUPR, Selasa (10/10/2017).
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Tiga kementerian menandatangani nota kerja sama dalam menangani persoalan menyusutnya air di situ, danau, embung dan waduk (SDEW) dari waktu ke waktu.

Penandatanganan yang dilakukan di Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu, melibatkan Kementerian PUPR, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) serta Kementerian Dalam Negeri.

"Persoalan di lapangan terkait SDEW adalah nyata. Jumlah SDEW terus menyusut, baik dari jumlah maupun masanya," kata Direktur Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kementerian ATR, Wisnubroto Sarosa di Auditorium Kementerian PUPR, Selasa (10/10/2017).

Menurut dia, perlindungan dan optimalisasi fungsi SDEW memerlukan kerja sama komprehensif lintas instansi. Hal ini guna mengembalikan fungsi SDEW bagi kepentingan publik.

Sementara itu, Menteri ATR Sofyan Djalil mencontohkan, hilangnya situ di DKI Jakarta sudah cukup mengkhawatirkan. Padahal, keberadaan situ cukup penting, terutama dalam kegiatan konservasi sumber daya air.

"Di Jakarta danau atau situ yang telah dinyatakan hilang ada 23. Dan untuk mengembalikan itu sesuatu yang impossible barang kali," kata Sofyan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, untuk dapat mengembalikan fungsi dan peran SDEW, dibutuhkan kesadaran masyarakat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama ini, masyarakat hanya merasa bahwa SDEW adalah milik bersama yang dapat dimanfaatkan bersama-sama.

"Semua orang merasa memiliki tapi semua orang tidak merasa bertanggung jawab untuk memelihara. Semua merasa berhak memanfaatkan tapi tidak mau memelihara," kata Basuki.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X