Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Percantik Kota, Pontianak Bangun Dua Taman Baru

Kompas.com, 5 Oktober 2017, 22:10 WIB
Kontributor Pontianak, Yohanes Kurnia Irawan

Penulis

PONTIANAK, KompasProperti - Pemerintah Kota Pontianak kembali membangun dua taman di kawasan Universitas Tanjungpura (Untan) di Jalan Ahmad Yani. Kedua taman yang akan dibangun tersebut adalah Taman Arboretum Untan dan Taman Plaza Untan.

Sebelumnya, di kawasan tersebut juga sudah dibangun Taman Digulis. Posisi taman Digulis maupun dua taman baru yang akan dibangun berada di kawasan yang sama, namun terpisah oleh empat ruas jalan.

Lokasi taman yang baru ini terletak di depan Pos Polisi Bundaran Untan dan taman yang bersebelahan dengan Politeknik Negeri (Polnep) Pontianak.

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji menargetkan kedua taman tersebut selesai pembangunannya pada tahun 2017 ini. Meskipun jika pembangunannya terlambat, menurut Sutarmidji hanya tersisa sedikit bagian yang harus dikerjakan tahun depan.

Gambar desain rencana pembangunan taman di Kota PontianakDok. Pemkot Pontianak Gambar desain rencana pembangunan taman di Kota Pontianak
Taman ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti tempat bermain catur, skatepark atau tempat bermain skateboard, lapangan basket, taman bunga dan informasi sejarah pahlawan daerah.

"Tahun ini saya yakin sudah bisa selesai 90 persen. Jadi tahun depan sedikit saja pengerjaan yang kecil-kecil," ujar Sutarmidji, Kamis (5/10/2017).

Dari Taman Arboretum Untan, juga akan dibangun jembatan untuk akses ke taman di samping Polnep. Para pengunjung yang ingin melintas atau pun sekadar menikmati pemandangan dari atas jembatan, dapat melewatinya.

Gambar desain rencana pembangunan taman di Kota PontianakDok. Pemkot Pontianak Gambar desain rencana pembangunan taman di Kota Pontianak
Sutarmidji menambahkan, pembangunan taman-taman ini sebagai upaya mempercantik dan mempermanis kawasan itu sehingga indah dipandang mata. Masyarakat pun merasa nyaman dan menikmati bila berada di taman tersebut.

"Saya maunya ruang-ruang publik itu dibuat dengan kenyamanan. Nanti juga ditambah dengan wahana permainan anak-anak. Untuk balita itu masih kurang. Kami mau lihat space nya di mana, supaya mereka aman dan nyaman," tambah Sutarmidji.

Pembangunan kedua taman itu total menelan dana sebesar Rp 6,1 miliar. Dengan rincian masing-masing Rp4,3 Miliar untuk taman samping Polnep dan Rp1,8 Miliar untuk taman depan Pos Polisi.

Gambar desain rencana pembangunan taman di Kota PontianakDok. Pemkot Pontianak Gambar desain rencana pembangunan taman di Kota Pontianak
Sutarmidji mengungkapkan jika dibandingkan dengan biaya pembuatan, biaya perawatan jauh lebih mahal. Namun demikian, taman memang jadi hal penting demi kenyaman dan kebahagiaan warga kota.

"Jika ada lahan tersedia, Pemkot akan membangun lebih banyak taman lagi," cetus dia.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pontianak, Ismail menambahkan nantinya akan ada relief atau informasi tentang Digulis dan pahlawan. Namun demikian diperkirakan pengerjaan jembatan baru akan mencapai seperempat bagian karena masalah anggaran.

"Sampai sekarang progres baru sekitar 5-6 persen. Dengan material mungkin 10 persen lebih. Saya yakin selesai akhir tahun karena pekerja dibagi beberapa shift, sekitar empat shift. Semoga dalam waktu 2,5 bulan ini selesai," kata Ismail.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau