Wagub Sumut Minta Sterilisasi Bandara Silangit dari Makanan Berbahaya

Kompas.com - 04/10/2017, 23:36 WIB
Pesawat jenis ATR 72-600 berkapasitas 70 penumpang milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia berada di Bandara Silangit, Siborong-Borong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat (19/8/2016). Garuda Indonesia melayani penerbangan Bandara Kualanamu, Medan - Bandara Silangit, Siborong-Borong sekali setiap hari selama seminggu. KOMPAS.com / Wahyu Adityo ProdjoPesawat jenis ATR 72-600 berkapasitas 70 penumpang milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia berada di Bandara Silangit, Siborong-Borong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat (19/8/2016). Garuda Indonesia melayani penerbangan Bandara Kualanamu, Medan - Bandara Silangit, Siborong-Borong sekali setiap hari selama seminggu.
|
EditorHilda B Alexander

MEDAN, KompasProperti - Bandara Silangit yang berada di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara (Sumut) rencananya akan diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 28 Oktober 2017 menjadi bandara internasional.

Namun, sebelum dresmikan, Wakil Gubernur Sumut Nurhajizah Marpaung meminta sterilisasi makanan berbahaya. Pasalanya, akan banyak turis mancanegara berkunjung ke kawasan Danau Toba.

"Isu makanan yang mengandung bahan berbahaya sangat riskan bagi turis asing. Tidak hanya persoalan peredaran obat terlarang, peredaran makanan yang mengandung bahan berbahaya juga harus diberantas," kata Nurhajizah, Rabu (4/10/2017).

Permasalahan ini harus segera diantisipasi, Nurhajizah bilang akan melakukan apel siaga bersama Kapolda Sumut di kawasan Simalungun-Siantar sehingga masalah peredaran makanan berbahaya di kawasan Danau Toba seperti mie berformalin bisa segera diamankan.

"Jangan sampai turis sudah datang dan mereka menemukan makanan yang mengadung zat berbahaya,” ucapnya.

Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Medan, Yulius Sacramento Tarigan mengatakan, pencegahan penyalahgunaan obat dan peredaran obat-obat ilegal menjadi agenda seluruh provinsi di Indonesia.

Komitmen bersama di antara BPOM dan instansi terkait dalam mengatasi persoalan kesehatan masyarakat menjadi agenda kerjanya.

Yulius mengajak semua pihak agar bersama-sama melakukan pemberantasan dan peredaran obat tanpa izin edar. Alasannya, banyak sekali obat yang dipalsukan dan diedarkan tanpa izin.

Dia juga mengapresiasi langkah Pemprov Sumut mendorong percepatan pemberantasan makanan yang mengandung bahan berbahaya di kawasan Danau Toba.

"Makanan sangat penting bagi wisatawan asing. Isu makanan sangat sensitif, kalau ada isu begini, bisa 50 persen travel agen langsung membatalkan perjalanannya. Makanya, sebelum dilakukan penerbangan internasional ke Silangit, memang harus diamankan dulu persoalan makanan yang mengandung bahan berbahaya,” papar Yulius.

Upaya yang dilakukan pihaknya untuk mengamankan peredaan makanan mengandung bahan berbahaya di kawasan Danau Toba sudah dilakukannya.

Mereka menemukan makanan mi berformalin di kawasan Simalungun-Siantar. Meski sudah mengamankan produk dan alat-alat pembuatannya, namun tetap saja masih ada peredaran makanan berbahaya ini.

"Makanya kita harapkan dapat segera diamankan, sebelum turis-turis asing masuk ke Bandara Silangit,” ucap Yulius.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X