Transaksi Tol Non Tunai Harus Didukung Jumlah Gardu Memadai

Kompas.com - 30/09/2017, 13:25 WIB
PT Marga Harjaya Infrastruktur mengadopsi desain arsitektur lokal umpak untuk membangun gerbang-gerbang tol di Jalan Tol Jombang-Mojokerto. Dokumentasi PT Marga Harjaya InfrastrukturPT Marga Harjaya Infrastruktur mengadopsi desain arsitektur lokal umpak untuk membangun gerbang-gerbang tol di Jalan Tol Jombang-Mojokerto.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempertimbangkan usulan Ombudsman Republik Indonesia ihwal transaksi non tunai di gerbang tol (GT).

Kendati demikian, usulan yang disampaikan tidak bisa serta merta dilaksanakan di GT yang jumlah gardunya sedikit.

Dalam pertemuan dengan Bank Indonesia, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan perbankan penyedia layanan kartu tol elektronik, Rabu (27/9/2017) lalu, Ombudsman mengusulkan agar di setiap GT tetap tersedia satu gardu yang melayani transaksi tunai.

Usulan itu disampaikan, dengan mempertimbangkan masih adanya masyarakat yang menggunakan uang tunai sebagai alat transaksi pembayaran, ketika kebijakan transaksi non tunai diterapkan 100 persen pada 31 Oktober mendatang.

"Kalau yang banyak sekali, ya hybrid musti bisa ya kalau gerbangnya banyak. Tapi kalau tempatnya sedikit mau lagi dikasih lagi yang tunai bikin macet lagi," kata Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna di kantornya, Jumat (29/9/2017).

Menurut Herry, bila nantinya usulan itu dapat diakomodasi, hanya GT tertentu yang dapat melayani transaksi tunai.

Pasalnya, tujuan utama pemerintah yaitu menerapkan sistem transaksi non tunai 100 persen, sebagai cara mengurangi tingkat kemacetan di jalan bebas hambatan.

Lebih jauh, Herry menilai, memperbanyak lokasi top up uang elektronik jauh lebih baik, sehingga mempermudah transaksi di GT nantinya.

Ada beragam lokasi top up yang dapat disediakan, mulai dari pusat perbelanjaan hingga di kantor-kantor tempat masyarakat bekerja.

"Atau di luar di sebelum jalan tol disediakan kios gitu sebelum pintu masuk. Kalau saya lihat di Australia ada kios buat nuker ada toko apa deket situ," ujarnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X