Kompas.com - 28/09/2017, 13:30 WIB
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Melalui program nasional Sejuta Rumah, pemerintah berupaya untuk mengentaskan angka kekurangan atau backlog rumah.

Saat ini, kebutuhan rumah adalah sebanyak 800.000 unit per tahun dengan angka kumulatif mencapai 11,4 juta unit.

Mereka yang kesulitan mengakses perumahan, yakni masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) diberi sejumlah bantuan, misalnya uang muka dan cicilan rendah tetap selama 20 tahun.

Namun, masih ada persoalan lain yang membuat MBR belum mau membeli rumah. Bahkan, meski sudah dibeli, rumah tersebut tidak ditempati sehingga pemerintah dinilai salah membidik sasaran.

"Ada kecenderungan informasi bahwa rumah yang bangun itu tidak ditinggali atau kosong, diartikan bahwa proyek atau program gagal, salah sasaran. Saya luruskan kalau program tidak salah sasaran," ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Syarif Burhanuddin saat konferensi pers di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Kamis (28/9/2019).

Syarif menuturkan, persoalannya saat ini keinginan MBR memiliki rumah tidak sama dengan lokasi yang terbangun. Jadi, para MBR bekerja di kota, tapi rumahnya jauh dari pusat kota.

Menurut Syarif, rumah untuk MBR tersebut bukan investasi dalam artian masyarakat sudah punya rumah kemudian berinvestasi lagi. Ia menegaskan rumah MBR itu berarti merupakan rumah pertama.

Meski demikian, dari keseharian masyarakat, jumlah pengeluaran menjadi lebih besar akibat jarak dari rumah ke tempat kerja.

"Makanya mereka memilih untuk membiarkan rumah dengan terus mencicil hingga suatu saat dia tinggal di situ," kata Syarif.

Selagi mencicil rumah, imbuh dia, masyarakat tinggal di dekat tempat kerja dengan cara mengontrak.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.