Harga Per Unit OBU Dinilai Masih Mahal

Kompas.com - 15/09/2017, 23:00 WIB
JM Access OBU Kompas.com / Dani PrabowoJM Access OBU
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - PT Jasa Marga (Persero) Tbk tengah melakukan uji coba sistem pembayaran gerbang tol (GT), JM Access, berbasis on board unit (OBU). Dengan alat tersebut, pengguna jalan tol tak perlu lagi membuka kaca jendela untuk membayar transaksi.

Meski dinilai efektif, namun harga per unit OBU yang dibuat Jasa Marga bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia dinilai masih terlalu mahal.

"Kalau tadi temen-temen bilang masih Rp 200.000, tapi saya berharap harus lebih rendah lagi kalau skala ekonominya besar," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna di GT Kapuk, Jakarta, Jumat (15/9/2017).

Ada dua teknologi OBU yang tengah diuji coba Jasa Marga, yaitu Dedicated Short Range Communication (DSRC) yang mahfum digunakan di wilayah Eropa, Australia dan Amerika. Untuk tipe ini, uji coba diaplikasikan di GT Kapuk.

Sedangkan, untuk tipe Radio Frequency Identification (RFID) yang biasa dipakai di Taiwan, akan diuji coba di tol di Bali. Ia pun berharap agar proses uji coba berjalan cepat, sehingga dapat segera digunakan masyarkat.

"Kita lihat uji coba ini sebulan ini. Karena teknologinya enggak perlu Prove of Concept (POC) lagi. Karena POC sudah dikerjakan di negara lain," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X