Perusak Trotoar Sulit Ditindak, Ini Alasan Bina Marga

Kompas.com - 15/09/2017, 13:52 WIB
Sudin Bina Marga Jakarta Utara mulai melakukan pembangunan trotoar ramah pengguna high heels dan penyandang disabilitas, Senin (11/9/2017). Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.comSudin Bina Marga Jakarta Utara mulai melakukan pembangunan trotoar ramah pengguna high heels dan penyandang disabilitas, Senin (11/9/2017).
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Dinas Bina Marga DKI Jakarta mengaku kesulitan untuk menindak para oknum yang dengan sengaja merusak trotoar. Pasalnya, penindakan baru bisa dilakukan jika ada pelaporan dari publik.

"Penindakan perusakan fasilitas publik ranahnya di Satpol PP. Itu pun bisa diangkat saat ada laporan," ujar Kepala Seksi (Kasie) Perencanaan Bidang Kelengkapan Prasarana Jalan dan Jaringan Utilitas Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Riri Asnita di Jakarta, Jumat (15/9/2017).

Dia menjelaskan, misalnya ada fasilitas yang sudah dibangun dan dirusak oknum tertentu, untuk penindakan harus dilengkapi dengan pembuktian dan laporan.

Menurut Riri, Satpol PP sulit menindak saat fasilitas tiba-tiba rusak atau hilang dan tidak ada laporan dari masyarakat.

Di sisi lain, hal tersebutlah yang sering terjadi di lapangan. Riri mencontohkan, perusakan trotoar yang terjadi di Blok M.

"Di sana sudah dipasang tiang bulat-bulat (untuk mencegah kendaraan naik trotoar) kemudian dicabut. Parkir jadi berantakan lagi. Itu ada," imbuh Riri.

Pada kasus tersebut, dia menambahkan, Bina Marga hanya bisa memperbaiki trotoar dengan memasang kembali tiang tersebut karena masih dalam masa pemeliharaan.

Tapi untuk penindakan, bahkan Satpol PP pun sulit melakukannya, karena diduga pelaku perusakan adalah orang-orang tidak bertanggung jawab.

Pelaku ini kemungkinan berupaya untuk menyediakan lahan trotoar bagi pemilik mobil yang ingin memarkirkan kendaraan.

"Saat akan ditindak, mobilnya sudah tidak ada. Jadi susah, tindakannya mau dilarikan ke mana," jelas Riri.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X