Kompas.com - 12/09/2017, 16:03 WIB
|
EditorHilda B Alexander

KompasProperti – Singapura dikenal sebagai negara dengan sistem transportasi massal mumpuni. Kenyamanan bermobilitas ditunjang pula dengan tata kota yang mengakomodasi kebutuhan para pejalan kaki.

Sebagai upaya untuk semakin memudahkan mobilitas warganya, pemerintah Singapura tengah gencar merombak peta jaringan mass rapid transit (MRT) yang terpampang di setiap stasiun.

Seperti dilansir laman Straits Times, Selasa (12/9/2017), peta baru tersebut akan menampilkan pilihan rute tercepat untuk mencapai suatu destinasi.

Tak berhenti di sana, informasi yang tercantum dalam peta baru ini lebih bervariasi. Termasuk mengenai berapa banyak kalori yang dibakar komuter saat memilih berjalan kaki ke suatu tempat.

Pemerintah Singapura juga menyiapkan peta dalam bentuk pamflet sehingga memudahkan komuter berjalan kaki jika terjadi gangguan layanan MRT.

Dengan kian rapatnya jaringan MRT di pusat kota, stasiun-stasiun yang berbeda jalur (line) pun menjadi dapat ditempuh dengan berjalan kaki.

Kondisi itu tentunya menguntungkan penumpang. Mereka dapat lebih cepat mencapai tujuan dengan berjalan kaki, dibandingkan harus transit berpindah jalur MRT.

Peta jaringan baru itu diberi nama Walking Train Map (WTM) dan direncakan terpasang di 19 stasiun MRT, termasuk Bugis, City Hall, Chinatown, Dhoby Ghaut, Esplanade, Little India, dan Raffles Place.

Peta baru MRT Singapura dilengkapi dengan informasi waktu jalan kaki.Straits Times Peta baru MRT Singapura dilengkapi dengan informasi waktu jalan kaki.
Otoritas Transportasi Darat Singapura (LTA) mengatakan, peta tersebut amat membantu komuter, khususnya dalam menghemat waktu perjalanan.

Adapun informasi perkiraan waktu didapatkan melalui serangkaian uji coba berdasarkan kecepatan berjalan rata-rata warga Singapura.

Sebagai contoh, seorang warga ingin menuju Raffles Place dari kawasan Telok Ayer. Jika memakai MRT, waktu yang dibutuhkan mencapai 23 menit. Itu disebabkan komuter harus transit dari Downtown Line ke East-West Line di stasiun MRT Bugis.

Namun, jika warga memilih untuk berjalan kaki, waktu yang dibutuhkan hanya sekitar lima menit atau sekitar empat kali lebih cepat dibandingkan naik MRT.

Baca juga: Benarkah Warga Jakarta Malas Jalan Kaki?

Para komuter menyambut baik hadirnya jaringan peta baru MRT. Mereka umumnya mengatakan bahwa fasilitas itu memudahkan mereka untuk mencari opsi terbaik sebelum bepergian.

Meski begitu, ada sejumlah usulan yang mencuat. Seorang ibu rumah tangga, Yeo Lay Hong (55), menganggap kecepatan berjalan setiap orang berbeda-beda. Ia mencontohkan, informasi waktu berjalan di peta antara stasiun Bugis dan Bras Basah adalah 10 menit.

"Anda harus berjalan cukup cepat untuk mencapainya dalam 10 menit. Orang tua mungkin memakan waktu lebih lama dari itu. Mungkin ada baiknya rentang waktu bisa diberikan, bukan tepat satu waktu saja," ujar Yeo.

Pihak LTA memastikan, seluruh umpan balik dari masyarakat akan dipertimbangkan. Segala upaya perbaikan turut dilakukan agar fasilitas WTM kian dapat diandalkan.

Park Byung Joon, ahli transportasi dari Singapore University of Social Sciences, mengatakan, peta baru MRT merupakan cara tepat untuk mendorong warga Singapura lebih senang berjalan kaki dan membudayakan gaya hidup sehat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.