Kompas.com - 04/09/2017, 16:05 WIB
EditorLatief

KompasProperti - Setiap tahun jumlah penduduk Indonesia bertambah 4,5 juta jiwa, sementara posisi Jakarta sebagai tujuan favorit kaum urban tak tergoyahkan. Jumlah penduduk Jakarta juga ikut meledak. Masih ada harapan bahwa Jakarta benar-benar akan menjadi kota yang manusiawi?

Catatan Kompas.com berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta memperlihatkan bahwa peningkatan jumlah penduduk di Jakarta terus terjadi sejak 2012 hingga 2016.

Pada 2012 jumlah penduduk di Jakarta tercatat sebanyak 9,7 juta penduduk. Setahun kemudian, jumlah itu meningkat menjadi 9,8 juta penduduk atau naik 2,32 persen dibanding tahun sebelumnya.

Tren kenaikan jumlah penduduk terus terjadi pada 2014. Di tahun ini jumlah penduduk Jakarta mencapai 10 juta penduduk atau naik 0,27 persen dibanding 2013. Baca: Tren Pertambahan Jumlah Penduduk Terus Terjadi di Jakarta.

Begitu juga pada 2015, terjadi kenaikan jumlah penduduk menjadi 10,1 juta atau naik 1,8 persen dibanding tahun sebelumnya. Pada 2016, angka jumlah penduduk naik sebesar 1,1 persen atau menjadi 10,3 juta penduduk.

Permukiman padat di sekitar Stasiun Kampung Bandan, Jakarta Utara, Rabu (10/6). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menata kawasan sekitar Stasiun Kampung Bandan dengan membangun rumah susun yang memanfaatkan lahan milik PT KAI.KOMPAS/RADITYA HELABUMI Permukiman padat di sekitar Stasiun Kampung Bandan, Jakarta Utara, Rabu (10/6). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menata kawasan sekitar Stasiun Kampung Bandan dengan membangun rumah susun yang memanfaatkan lahan milik PT KAI.
Pengangguran

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta Edison Sianturi mengatakan, anggapan untuk bisa mendapatkan lapangan pekerjaan yang lebih mudah menjadi salah satu pemicu mengapa banyak masyarakat daerah berbondong-bondong datang ke Ibu Kota.

"Jakarta Ibu Kota, pusat pemerintahan dan pusat berbagai kegiatan seperti perekonomian. Pasti mereka berharap mudah mendapat lapangan pekerjaan. Di mana ada gula di situ banyak semut," ujar Edison saat dihubungi Kompas.com, Rabu (7/6/2017).

Betapa mengerikannya membayangkan itu. Adalah kenyataan, bahwa ledakan penduduk Jakarta itu terus meningkat setiap tahun itu. Lalu, apa dampaknya bagi Jakarta sendiri?

Yang paling terlihat, selain kemacetan, adalah tingginya angka pengangguran, karena semakin sempitnya lapangan pekerjaan. Persaingan hidup di Jakarta makin ketat untuk memperebutkan sumber nafkah yang legal. Baca: 11 Jenis Kejahatan yang Menonjol Selama 2016.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.