BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dan Meikarta

Harga Apartemen Naik Terus, Apa Sebabnya?

Kompas.com - 02/09/2017, 06:54 WIB
Ilustrasi apartemen ThinkstockIlustrasi apartemen
|
EditorSri Noviyanti


KompasProperti –
Harga apartemen terus melambung. Karenanya, hingga hari ini masih banyak orang mengincar hunian itu untuk jadi salah satu aset yang dimiliki.

Mengapa bisa demikian? Sebagian orang menganggap apartemen sebagai alat investasi. Hal itu mengingat ada dua tujuan dari pembelian apartemen. Pertama, hunian itu bisa jadi tempat tinggal. Kedua, bisa disewakan atau dijual kembali.

Bicara mengenai peningkatan harga, penelitian Colliers International Indonesia menghasilkan data naiknya harga apartemen di kelas menengah. Pada semester I-2017, harga apartemen meningkat 4-5 persen dibandingkan periode yang sama pada 2016.

Apa sebab?

Pada dasarnya, ada beberapa hal yang bisa dijadikan faktor melambungnya harga apartemen. Harian Kompas edisi 11 Juli 2017 menyebutkan, lokasi yang strategis, luas unit, fasilitas, dan kualitas bangunan, serta reputasi pengembang dan standar pengelolaan adalah kunci kenaikan harga.


Hal lainnya, ada sejumlah alasan yang menyebabkan hal itu. Diolah dari berbagai sumber, berikut beberapa faktor penyebab terus meningkatnya harga apartemen.

Pertama, kepemilikan atas tanah. Tingginya kebutuhan akan tempat tinggal terus bertambah setiap tahun. Padahal, ketersediaan tanah makin berkurang.

Hal itu membuat kebutuhan akan properti, atau hunian bertingkat ke atas termasuk apartemen, terus meningkat setiap tahun dan harganya juga terus melonjak.

Kedua, bertambahnya populasi. Jumlah penduduk makin meningkat, tetapi luas tanah tidak bertambah. Otomatis harga properti semacam apartemen akan terus melambung setiap tahunnya karena akan dibutuhkan keberadaannya sebagai tempat tinggal.

Ketiga, inflasi. Terjadinya inflasi setiap tahun akan berakibat terhadap bidang lain, misalnya harga bahan pokok, harga bahan bakar, tingkat suku bunga, dan harga properti, termasuk apartemen.

Keempat, menanjaknya harga bahan dasar bangunan, misalnya semen, pasir, batu bata, cat, dan kayu. Hal ini juga membuat harga properti sejenis apartemen naik dari tahun ke tahun.

IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi

Adapun faktor kelima, pertumbuhan kelas menengah. Berkembangnya perekonomian suatu negara membuat masyarakat kelas menengah juga tumbuh.

Mereka yang sudah berumah tangga dan mempunyai penghasilan yang relatif stabil cenderung berencana memiliki properti, salah satunya apartemen. Seiring bertambahnya jumlah masyarakat kelas menengah, akan bertambah pula kebutuhan akan properti.

Faktor yang terakhir yaitu bertambahnya industri dan kesempatan kerja. Apabila ada suatu wilayah yang industrinya berkembang, maka kebutuhan akan kepemilikan properti di wilayah itu juga akan meningkat.

Ujung-ujungnya, harga properti model apartemen juga akan melambung. Sebagai contoh di wilayah Cikarang.

Di wilayah yang dikenal sebagai kawasan industri itu, banyak perusahaan dari dalam dan luar negeri yang berusaha mengembangkan bisnisnya. Karenanya, peningkatan harga properti tak terhindarkan di kawasan tersebut.

Hal itu menjadikan Lippo Group melakukan pembangunan kompleks apartemen Meikarta. Sasarannya antara lain para pekerja profesional yang bekerja di Cikarang dan sekitarnya.

Tersedianya unit apartemen Meikarta bisa menjadi salah satu solusi alternatif untuk memiliki dan berinvestasi properti di tengah melambungnya harga apartemen.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya