Kompas.com - 27/08/2017, 20:00 WIB
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat memberikan sambutan di HUT ke-50 PJT II di Jakarta, Sabtu (26/8/2017) malam. KOMPAS.com / DANI PRABOWOBupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat memberikan sambutan di HUT ke-50 PJT II di Jakarta, Sabtu (26/8/2017) malam.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Keberadaan Waduk Jatiluhur di Purwakarta, Jawa Barat, memiliki arti penting bagi masyarakat. Pasalnya, waduk tersebut menjadi salah sumber air baku untuk minum masyarakat di Jabodetabek dan sekitarnya.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi berharap, Perum Jasa Tirta (PJT) II selaku BUMN pengelolaan air yang mengelola Waduk Jatiluhur, dapat meningkatkan mutu dan kualitas air waduk tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia pun mengapresiasi langkah PJT II yang mulai membersihkan keramba-keramba yang berada di Waduk Jatiluhur.

Dedi mengharapkan, seiring jumlah keramba yang berkurang, kualitas air Waduk Jatiluhur dapat lebih baik lagi.

"Baru kali ini ada spirit air dikelola dan betul-betul kecintaannya salah satu bentuknya adalah kerambanya sudah mulai dibersihkan. Bulan Desember (targetnnya) 15 ribu, tahun depan mungkin lebih jernih lagi," kata Dedi saat peringatan HUT ke-50 Perum Jasa Tirta (PJT) II di Hotel Kempinski, Jakarta, Sabtu (26/8/2017) malam.

"Sehingga nanti akan menjadi contoh bagi tempat dan bendungan lain di Indonesia, ada satu bendungan yang airnya jernih yaitu Bendungan Jatiluhur," lanjut dia.

Dedi menambahkan, Jatiluhur memiliki filosofi makna yang mendalam bagi masyarakat.

Kata jati berarti jati diri yang sebenarnya. Menurut dia, bila air Waduk Jatiluhur tidak diurus dengan baik, maka masyarakat tidak memiliki jati diri dan bukan pancasilais.

Sedangkan luhur berarti puncak peradaban. Dalam hal ini, menurut dia, puncak peradaban manusia tercermin pada keluhuran budi pekerti dan keluhuran ilmu.

Ilmu yang diterapkan, dapat memberikan manfaat bagi masyarakat banyak. Salah di antaranya yaitu dengan menjaga kualitas air, sehingga dampaknya dapat dirasakan masyarakat banyak.

"Kalau airnya jernih, cermin dari bangsa yang beradab. Kalau sungainya mengalir tanpa sampah, cermin bangsa beradab. Kalau hulunya lebat, cermin bangsa beradab," tuntas Dedi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.