Ini Syarat Mendapat Bantuan Rumah

Kompas.com - 26/08/2017, 23:19 WIB
Rumah khusus di Desa Ganti, Donggala, Sulawesi Tengah. Gambar diambil Selasa (15/8/2017). Arimbi RamadhianiRumah khusus di Desa Ganti, Donggala, Sulawesi Tengah. Gambar diambil Selasa (15/8/2017).
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggandeng tiga lembaga pembiayaan, untuk menyelenggarakan program bantuan pendanaan perumahan yang baru.

Program ini dikhususkan bagi masyarakat yang bekerja di sektor informal dan termasuk dalam kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Ketiga lembaga itu yakni Bank Rakyat Indonesia, Bank Kesejahteraan Ekonomi dan Pegadaian. Adapun pagu pinjaman maksimal yang dapat diberikan yaitu sebesar Rp 50 juta dan dalam tenor selama lima tahun.

Untuk dapat menikmati program ini, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Lana Winayanti menjelaskan, anggaran pendanaan ini bukan lah bersumber dari APBN melainkan dari lembaga pendanaan.

Oleh karena itu, sebelum mengajukan permohonan bantuan, masyarakat harus menyiapkan rencana pembangunan rumah yang jelas.

Di samping data administrasi yang dibutuhkan seperti identitas dan surat keterangan penghasilan yang disahkan pengurus paguyuban atau kelurahan.

"Misalnya, tahap pertama ambil Rp 50 juta untuk lima tahun. Nanti dilihat perkembangannya bagaimana, bila ingin mengambil tahap kedua," kata Lana di Kantor Kementerian PUPR, Jumat (25/8/2017).

Sementara itu, meski bekerja di sektor informal, ada penghasilan maksimum yang disyaratkan bagi masyarakat yang ingin mengikuti program ini.

Penentuan penghasilan ini merujuk pada data yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS).

"Penghasilan mereka itu harus di bawah Rp 2,5 juta per bulan," kata Direktur Bina Sistem Pembiayaan Perumahan Rifaid M Nur.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan bergabung ke dalam komunitas pada pekerjaan mereka masing-masing.

Hal itu untuk memudahkan proses pendampingan dalam merealisasikan program tersebut.

Kementerian PUPR sendiri telah menggandeng Yayasan Habitat for Humanity untuk memberikan pendampingan ini.

"Syarat pembiayaan ini memang agak panjang, karena mulai dari pembinaan. Mungkin ini akan sangat membantu dalam pembiayaan tadi," kata Lana.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X