Meski Pasokan Apartemen Melimpah, Penjualan Rumah Sekunder Masih Prima

Kompas.com - 25/08/2017, 17:53 WIB
Stasiun Depok, Jawa Barat Kompas.com/Alsadad RudiStasiun Depok, Jawa Barat
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Berdasarkan riset Rumah123 terhadap perilaku pengunjung di situs tersebut, baik jumlah iklan maupun pencarian rumah sekunder di Depok cukup besar.

Dari total jumlah pengunjung situs tersebut, yakni 2,9 juta setiap bulannya, sebanyak 4,04 persen mencari rumah di Depok pada kuartal II-2017.

Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung mengatakan, temuan tersebut menarik karena saat ini banyak proyek apartemen yang menjamur di Depok.

"Depok ini market-nya rumah kalau saya bilang, semua data rumahnya naik," ujar Untung di Jakarta, Kamis (25/8/2017).

Ia mengatakan, pasokan apartemen baru di Depok sedang banyak-banyaknya.

Sebut saja di Margonda, apartemen baru yang tengah dipasarkan adalah Evincio oleh PT PP Properti Tbk dengan jumlah 600 unit.

Selain itu ada pula Orchid Realty yang mengembangkan Cordova Residence dengan total 1.000 unit.

Keduanya sama-sama menyasar mahasiswa Universitas Indonesia.

Menurut Untung, popularitas Depok di mata masyarakat adalah karena aksesnya ke Jakarta atau kota-kota lain di sekitarnya memadai.

"Orang yang beli di Depok biasanya karena melihat akses kan, naik kereta. Ini jadi alasan paling utama orang cari di Depok," sebut Untung.

Sementara banyaknya pasokan hunian baru berupa apartemen di Depok, rumah sekunder masih banyak diincar pengunjung Rumah123.

Mengingat akses tersebut, orang-orang cenderung memilih mencari rumah dibandingkan membeli apartemen.

"Kalau di Depok dia hanya dapat apartemen, tidak akan diambil, beli saja di Jakarta atau yang lebih dekat. Dengan ke pinggir, orang ingin beli rumah beserta tanahnya," sebut Untung.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X