Kompas.com - 25/08/2017, 11:00 WIB
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Kondisi trotoar di Jakarta, memang masih jauh dari kata laik dibandingkan dengan kota-kota besar di negara lain. Namun, hal tersebut tidak menjadi alasan bagi masyarakat untuk tidak berjalan kaki.

Awal pekan ini, New York Times menulis artikel terkait kondisi jalanan Jakarta yang tidak ramah bagi pejalan kaki.

Alasannya, banyak trotoar yang rusak, tidak mulus atau berlubang, kabel yang berserakan, hingga diserobotnya jalur pejalan kaki itu oleh pengguna kendaraan roda dua.

Bahkan, media asal Amerika itu menyematkan anekdot, kondisi sosial yang timbul di Jakarta, merupakan akibat dari kemalasan penduduk Ibu Kota itu sendiri. Benarkah demikian?

"Manusia Jakarta bisa kok disuruh jalan kaki," kata Founder @jktgoodguide Farid Ardhan dalam sebuah diskusi bertajuk Are You a Pedestrian? di Jakarta, Kamis (24/8/2017).

@jktgoodguide merupakan sebuah komunitas yang fokus memberikan pemahaman bagi turis, baik lokal maupun mancanegara, terkait nilai-nilai sejarah bangunan di Jakarta dengan berjalan kaki.

Farid mengatakan, lebih dari 60 persen peserta tur yang diselenggarakan @jktgoodguide merupakan warga DKI. Selain karena ingin mengetahui nilai sejarah dari setiap sudut kota Jakarta, keikutsertaan mereka juga didasari keinginan untuk berjalan.

"Bukan hanya ikut 1, 2 atau 3 rute saja, bahkan ada yang mau ikut sampai 13 rute. Dan ini bisa berkembang, dari jalan kaki untuk wisata, menjadi jalan kaki untuk kegiatan sehari-hari," kata dia.

Melihat kondisi trotoar yang demikian, bukanlah menjadi alasan bagi masyarakat untuk tidak berjalan kaki. Pasalnya, Pemerintah Provinsi (Pemptov) DKI sendiri juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi trotoar di Jakarta.

Selain memperbaiki kondisi trotoar yang ada, pemprov juga membangun boks utilitas yang berfungsi sebagai jalur kabel fiber optik. Ke depan diharapkan tidak ada lagi tiang-tiang yang menjadi jalur penghubung kabel komunikasi yang berdiri di atas trotoar.

"Tapi memang harus sabar, karena pembangunan boks utilitas ini tidak bisa bangun langsung mereka (tiang dan kabel) disuruh turun. Kita beri waktu enam bulan sampai setahun untuk mereka (perusahaan) mencabut tiang-tiang itu," kata Kepala Seksi Perencanaan Prasarana Jalan dan Utilitas Dina Bina Marga DKI Jakarta, Riri Asnita.

Riri menambahkan, anggaran yang diberikan kepada Dinas Bina Marga DKI Jakarta pada tahun ini, meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 2016. Kendati demikian, tidak semua anggaran itu diperuntukkan guna memperbaiki atau membangun trotoar.

Pemprov DKI Jakarta tengah memiliki skala prioritas untuk membangun transportasi massal terutama di kawasan yang menjadi pusat kegiatan masyarakat. Dengan demikian, mobilitas masyarakat dapat menjadi lebih mudah ke depannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Angkat Tema “We the People”, Begini Tampilan Dekorasi Natal Gedung Putih Tahun Ini

Angkat Tema “We the People”, Begini Tampilan Dekorasi Natal Gedung Putih Tahun Ini

Interior
[POPULER PROPERTI] Cerita Basuki Soal Bendungan Tapin yang Berhasil Cegah Banjir

[POPULER PROPERTI] Cerita Basuki Soal Bendungan Tapin yang Berhasil Cegah Banjir

Berita
Pembangunan Infrastruktur Kian Pesat, Depok Catat Kenaikan Harga Rumah Tertinggi

Pembangunan Infrastruktur Kian Pesat, Depok Catat Kenaikan Harga Rumah Tertinggi

Berita
Akhirnya, Tiga Raksasa Sinarmas-Mitsubishi-Surbana Rilis TOD Hiera 108 Hektar

Akhirnya, Tiga Raksasa Sinarmas-Mitsubishi-Surbana Rilis TOD Hiera 108 Hektar

Berita
Bedah Rumah hingga Perbaikan Aliran Sungai Antar SIG Raih Penghargaan ISDA 2022

Bedah Rumah hingga Perbaikan Aliran Sungai Antar SIG Raih Penghargaan ISDA 2022

Berita
Rest Area Tol Cipali Bakal Punya Dua Hotel Digital Juni 2023

Rest Area Tol Cipali Bakal Punya Dua Hotel Digital Juni 2023

Hotel
Libur Natal dan tahun Baru, PT KAI Divre I Sumut Sediakan 95.688 Tiket

Libur Natal dan tahun Baru, PT KAI Divre I Sumut Sediakan 95.688 Tiket

Berita
Buat Bangun Perumahan ASN di IKN, Basuki Butuh Rp 9 Triliun

Buat Bangun Perumahan ASN di IKN, Basuki Butuh Rp 9 Triliun

Hunian
Jimbawana Raih Predikat Kawasan Hijau Platinum dari GBCI

Jimbawana Raih Predikat Kawasan Hijau Platinum dari GBCI

Kawasan Terpadu
Tahun 2022, 661 Ribu Orang Dapat Kerja Lewat Program Padat Karya Tunai

Tahun 2022, 661 Ribu Orang Dapat Kerja Lewat Program Padat Karya Tunai

Berita
Sosialisasi Amdal Diwarnai Protes, DPM Pastikan Tata Kelola Pertambangan Sudah Benar

Sosialisasi Amdal Diwarnai Protes, DPM Pastikan Tata Kelola Pertambangan Sudah Benar

Berita
Hingga November 2022, Kementerian PUPR Habiskan Dana Rp 84,3 Triliun

Hingga November 2022, Kementerian PUPR Habiskan Dana Rp 84,3 Triliun

Berita
9.057 Akad Kredit Massal Digelar saat Tapera Property Expo 2022

9.057 Akad Kredit Massal Digelar saat Tapera Property Expo 2022

Berita
Hingga Akhir Tahun, 18 Proyek IKN Bakal Dimulai Konstruksinya

Hingga Akhir Tahun, 18 Proyek IKN Bakal Dimulai Konstruksinya

Berita
Cetak Penjualan 1.000 Rumah, Duta Putra Land Rilis Klaster Baru Rp 800 Juta

Cetak Penjualan 1.000 Rumah, Duta Putra Land Rilis Klaster Baru Rp 800 Juta

Perumahan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.