Kompas.com - 18/08/2017, 10:20 WIB
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

NUSA DUA, KompasProperti - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani menilai, munculnya gagasan uji coba pembatasan kendaraan berdasarkan nomor plat ganjil-genap di jalan Tol Jakarta-Cikampek, masih terlalu cepat.

Penerapan kebijakan tersebut memang menjadi salah alternatif yang disiapkan pemerintah untuk mengatasi kemacetan.

Namun, hal itu baru sebatas kajian antara Jasa Marga dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), dan kepolisian.

"Suka kecepetan ya. Saya juga heran itu," kata Desi di Bali, Kamis (17/8/2017).

Saat musim mudik lebaran tahun ini, kemacetan di ruas Tol Jakarta-Cikampek sebenarnya relatif dapat dikendalikan.

Hal itu disebabkan penghentian sementara pekerjaan tiga proyek infrastruktur yaitu MRT (Mass Rapid Transit), LRT (Light Rail Transit), dan tol Jakarta-Cikampek elevated.

Namun, setelah musim lebaran berakhir, kemacetan kembali terjadi akibat pembangunan proyek infrastruktur kembali dilanjutkan.

Selain itu, kendaraan berat yang awalnya dibatasi kegiatan operasinya, kini sudah mulai normal.

"Jadi, sebetulnya sudah ada (alternatif) yang harus dilakukan," kata dia.

Ia menuturkan, kebijakan itu masih memerlukan kajian yang cukup sebelum diimplementasikan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.