"Ekonomi Lesu, Kok DPR Malah Mau Bangun Apartemen"

Kompas.com - 15/08/2017, 10:00 WIB
Ilustrasi DPR: Dewan Perwakilan Rakyat menggelar rapat paripurna pembukaan masa sidang IV Tahun 2014-2015, di ruang sidang paripurna II, Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2015). Hadir Ketua DPR Setya Novanto, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto, Taufik Kurniawan, Fadli Zon, dan Fahri Hamzah. KOMPAS/ALIF ICHWANIlustrasi DPR: Dewan Perwakilan Rakyat menggelar rapat paripurna pembukaan masa sidang IV Tahun 2014-2015, di ruang sidang paripurna II, Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2015). Hadir Ketua DPR Setya Novanto, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto, Taufik Kurniawan, Fadli Zon, dan Fahri Hamzah.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Keinginan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) membangun apartemen di Kompleks Parlemen, dipertanyakan. Di tengah kondisi perekonomian yang kurang baik, para wakil rakyat itu dianggap kurang memahami persoalan masyarakat.

"Saat ini kita tahu ekonomi kita sedang lesu, masyarakat sedang kesulitan di sisi ekonomi. Kok DPR malah mau bangun apartemen," kata Ketua Dewan Pembina DPP Asosiasi Pengembang Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Eddy Ganefo kepada KompasProperti, Selasa (15/8/2017).

Menurut Eddy, bila kondisi perekonomian nasional sudah membaik dan daya beli masyarakat meningkat, tak menjadi persoalan bila DPR berwacana membangun apartemen.

Terlebih, alasan sejumlah anggota DPR dalam wacana tersebut yaitu untuk menunjang kinerja mereka, yaitu agar tidak terlambat saat mengikuti sidang paripurna.

"Mungkin waktunya saja dipertimbangkan saat ekonomi Indonesia sedang baik," kata dia.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah sebelumnya menyebut, anggaran penataan Kompleks Parlemen pada tahun 2018 mencapai Rp 500 miliar.

Salah proyek yang akan dibangun yaitu kawasan hunian bagi anggota berupa apartemen di bekas lokasi Taman Ria Senayan.

Pembangunan itu, lanjut Fahri, tidak akan menggunakan uang negara karena melibatkan pihak swasta.

" Apartemen jangan salah. Itu tanah milik Setneg (Sekretariat Negara), telah diserahkan ke grup Lippo, tadinya mau dibikin mall, kami menentang, jangan dong dibikin mall. Kalau mau bikin apartemen supaya anggota DPR punya kesempatan relokasi. Biar deket. Kan mulia itu," kata Fahri.

Sementara itu, Chief Marketing Officer Lippohomes, Jopy Rusli mengaku, belum mengetahui ihwal rencana pembangunan apartemen tersebut. Termasuk soal kepemilikan lahan, yang disebut Fahri telah diserahkan kepada Lippo.

"Coba nanti saya cari tahu dulu," kata Jopy saat dikonfirmasi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X