Kompas.com - 09/08/2017, 08:00 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Hampir 50 persen pembeli rumah Tapis Indah Regency yang dikembangkan PT Borneo Paser Utama Tri Asmoro di Tanah Grogot, Paser, Kalimantan Timur, berasal dari kalangan informal.

Para pembeli ini tidak memiliki gaji atau penghasilan tetap per bulan seperti pegawai, sehingga bank cenderung sulit membuktikan kemampuan mereka dalam mencicil rumah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal ini membuat para konsuman Tapis Indah Regency memilih untuk membayar cicilan ke pengembang melalui skema tunai bertahap.

"Pembeli kami banyak yang berprofesi sebagai pedagang dan petani. Kebetulan dari BTN (Bank Tabungan Negara) sangat sedikit memberi KPR untuk ini (pekerja informal)," ujar Direktur Utama PT Borneo Paser Utama Tri Asmoro saat Developer Gathering di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Ia mengatakan, BTN cenderung memprioritaskan kreditur dari kalangan pekerja dengan penghasilan tetap per bulan seperti pegawai negeri sipil (PNS) atau pegawai swasta.

Oleh sebab itu, Tri meminta BTN agar dapat meringankan syarat pemberian kredit terhadap para informal yang jumlahnya besar.

"Konsumen kami yang tengah menunggu persetujuan kredit dari BTN sampai 500 orang. Ini karena apa?" kata Tri.

Menurut dia, akibat proses di BTN yang memakan waktu, pembangunan rumah pun menjadi tertunda. Hal tersebut, kemudian memengaruhi arus kas perusahaan yang macet.

Selain itu, imbuh Tri, kesulitan para pembeli di daerah untuk membayar cicilan rumah melalui bank adalah karena minimnya jumlah kantor cabang.

"Tidak semua daerah itu ada BTN. Ada yang harus ke Balikpapan dan perjalanannya itu 5 jam," sebut Tri.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.