Kompas.com - 08/08/2017, 21:44 WIB
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN telah menetapkan target kredit konstruksi tahun ini sebesar Rp 25 triliun.

Sedangkan untuk kredit pemilikan rumah (KPR), khususnya yang subsidi, tahun ini BTN menargetkan penyaluran untuk 500.000 unit rumah.

Dalam rangka mememotivasi para pengembang memanfaatkan kredit kontruksi dan mendorong penyaluran KPR, BTN menyusun strategi antara lain peningkatan penetrasi pasar dan digital marketing.

"Bagi para pengembang, Bank BTN memberikan kredit pemilikan lahan dengan sejumlah keistimewaan diantaranya nilai kredit tidak dibatasi tapi sesuai dengan kelayakan harga jual lahan," ujar Maryono di Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Dalam hal ini, kata dia, BTN menyediakan plafon kredit sebesar 70 persen dari total pembelian lahan dengan maksimal lahan seluas 20 hektare.

Selain itu, untuk meningkatkan kemitraan dengan pengembang, BTN juga menggelar berbagai promosi seperti pameran.

Dalam waktu dekat, BTN akan melangsungkan Indonesia Properti Expo (IPEX) yang akan digelar 11 Agustus mendatang.

Adapun penetrasi pasar diwujudkan dalam join marketing, misalnya dengan memberikan subsidi bunga yang terjangkau bagi nasabah.

"Dengan melakukan kerjasama promosi, akhirnya yang diuntungkan adalah konsumen karena biaya dan bunga menjadi lebih terjangkau," kata Maryono.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.