Kompas.com - 07/08/2017, 18:35 WIB
South Quarter Intiland, TB Simatupang, Jakarta. South Quarter Intiland, TB Simatupang, Jakarta.
|
EditorLatief

TANGERANG, KompasProperti - Sebagai pengembang beberapa gedung kantor, PT Intiland Development Tbk memiliki kinerja yang cukup baik. Hal itu dibuktikan dengan okupansi gedung-gedung tersebut yang lebih dari 75 persen.

"Kita tidak targetkan harus 100 persen, karena pasar perkantoran sekarang sangat menantang. Untungnya, gedung Intiland masih diminati," ujar Sekretaris Perusahaan PT Intiland Development Tbk, Theresia Rustandi, menjawab KompasProperti di Balaraja, Tangerang, Sabtu (5/8/2017).

Dia menyebutkan pencapaian yang baik ini salah satunya terjadi pada South Quarter yang berlokasi di kawasan segitiga TB Simatupang.

Meski termasuk gedung kantor baru, menara pertama yang berstatus strata terjual 100 persen. Sementara itu, dua menara selanjutnya, yakni B dan C, masing-masing okupansinya 100 persen dan 60 persen.

Adapun okupansi untuk gedung Intiland Jakarta di kawasan Sudirman mencapai 90 persen. Sementara Gedung Graha Pratama di MT Haryono telah dihuni 100 persen. Selain itu, untuk Intiland Tower Surabaya, okupansinya tercatat 75 persen.

"Itu cukup bagus, dan kami cukup happy dengan kondisi seperti ini, karena kita tidak bisa perang harga," jelas Theresia.

Theresia melanjutkan, kinerja ini dapat dicapai dengan mempertahankan konsep dan lokasi.
Selain itu, untuk gedung yang sudah eksisting, Intiland juga melakukan renovasi dan meningkatkan mutu pelayanan dan fasilitas.

Bersaing

Theresia mengatakan, beratnya kondisi pasar perkantoran di Indonesia karena adanya tren baru yang berkembang. Saat ini kebiasaan orang berkantor sudah berbeda dibandingkan dengan dulu.

"Banyak start-up yang kemudian menggunakan co-working space. Banyak anak-anak muda yang tidak lagi mementingkan punya kantor yang prestisius," kata Theresia.

Dengan kondisi perubahan cara berpikir tentang kantor ini, lanjut dia, memengaruhi okupansi gedung-gedung perkantoran.

Hal tersebut diakuinya menjadi bahan evaluasi bagi Intiland untuk mencari konsep perkantoran ke depan. Evaluasi ini bahkan dilakukan sampai 3 bulan sekali, karena dinamika yang berkembang cukup pesat.

Sementara itu, saat ini keberlanjutan gedung perkantoran ditopang oleh perusahaan-perusahaan besar atau multinasional. Namun, perusahaan multinasional itu juga tidak mudah untuk memutuskan menyewa atau membeli kantor.

"Mereka (perusahaan multinasional) ini ketika mau masuk (sewa atau beli kantor), perlu waktu. Harus izin dulu ke head office di negaranya. Jadi prosesnya panjang," pungkas Theresia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.