Dari Bendungan Teritip, Balikpapan Berharap Bebas Krisis Air

Kompas.com - 01/08/2017, 15:30 WIB
Waduk Teritip mulai diisi air (impounding), Senin (31/7/2017). KOMPAS.com/Dani JWaduk Teritip mulai diisi air (impounding), Senin (31/7/2017).
|
EditorHilda B Alexander

BALIKPAPAN, KompasProperti – Krisis air bersih akibat kemarau panjang beberapa kali melanda Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Krisis terakhir dan terparah terjadi pada tahun 2015-2016.

Saat itu, sumber air baku warga dari Waduk Manggar susut hingga kurang dari 4 meter. Ketinggian ini seharusnya elevasi endapan bagi waduk. Akibatnya, warga kesulitan mendapat air bersih.

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, menceritakan hal tersebut saat mengikuti seremoni pengisian awal (impounding) Bendungan Teritip di Desa Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Balikpapan, Senin (31/7/2017).

Prosesi impounding juga dihadiri Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Imam Santoso.

"Kami pernah mengalami sampai ketinggian 4 meter di Waduk Manggar," kata Rizal.

Warga Kota Balikpapan bergantung pada suplai air dari waduk tadah hujan, Waduk Manggar, sejak 1980-an. Waduk dengan kapasitas 1.000 liter per detik ini berada di Kelurahan Manggar.

Seiring pertambahan kebutuhan air, Pemerintah Kota (Pemkot) menambah pasokan air baku dengan menggali 6 sumur dalam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Produksi seluruh sumber air baku itu kini sekitar 1.200 liter per detik. Semuanya dikelola PDAM Tirta Manggar Balikpapan.

Sayangnya jumlah produksi seperti itu ternyata belum mampu memenuhi kebutuhan hampir 97.000 pelanggan yang ada. Kebutuhan air warga kini telah mencapai 1.600 liter per detik.

"Kami sekarang masih defisit. Utamanya daerah timur dari Balikpapan," kata Direktur PDAM Balikpapan, Haidir Effendi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X