2040, Inggris Larang Penggunaan Mobil Berbahan Bakar Diesel dan Gas

Kompas.com - 28/07/2017, 18:12 WIB
Ilustrasi Kota London bersih, dimana warganya menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi. designboomIlustrasi Kota London bersih, dimana warganya menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

KompasProperti - Pemerintah Inggris mengumumkan akan mengakhiri penjualan kendaraan berbahan bakar gas maupun diesel pada tahun 2040.

Langkah ambisius ini diambil untuk menghilangkan dua hal yaitu emisi gas buang dan penggunaan mobil.

Dikutip Designboom dari The Guardian, setiap tahun hampir 40.000 orang terbunuh akibat polusi udara. Langkah yang diambil tersebut sekaligus mempercepat pencapaian tujuan Kesepakatan Paris terkait Ancaman Perubahan Iklim.

Sejumlah langkah strategis disiapkan untuk mengatasi persoalan masyarakat yang terbiasa menggunakan kendaraan berbahan bakar fosil.

Tak kurang dari 3 miliar Euro atau sekitar Rp 51,67 triliun anggaran disiapkan untuk membangun stasiun pengisian bahan bakar listrik baru, membeli taksi baru beremisi rendah, serta mengubah armada bus menjadi karbon netral.

Sementara itu, hampir setengah anggaran atau sekitar Rp 25,83 triliun digunakan untuk membangun infrastruktur jalan dan sepeda baru.

London sendiri telah memiliki skema untuk mengatasi kemacetan, yaitu dengan membebankan tarif kepada kendaraan pribadi yang akan masuk ke pusat kota, serta menerapkan tarif pajak tinggi bagi kendaraan tua dan kotor yang beredar di jalan.

Selain itu, pemerintah Inggris juga berencana memberikan kesempatan kepada pemerintah daerah untuk menarik biaya pada mobil yang melewati "Zona Udara Bersih" yang telah ditetapkan.

Oxford Street, LondonGETTY IMAGES Oxford Street, London
Nantinya, uang yang terkumpul akan digunakan untuk membantu mendanai perbaikan serta pengadaan sistem tranportasi lebih banyak lagi.

Selain sejurus dengan pengumuman Prancis yang ingin melarang seluruh kendaraan bermesin beroperasi pada 2040, keputusan pemerintah Inggris juga sejalan dengan strategi yang tengah ditetapkan Wali Kota London, Sadiq Khan.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X