"Secara Etis, Macet Lebih Bisa Diterima daripada Pemerintah Diam Saja"

Kompas.com - 27/07/2017, 09:54 WIB
Rencana pelebaran jalan di Tol Jakarta Cikampek dalam rangka pembangunan Jakarta-Cikampek II (Elevated). PT Jasa Marga Jalanlayang CikampekRencana pelebaran jalan di Tol Jakarta Cikampek dalam rangka pembangunan Jakarta-Cikampek II (Elevated).
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Pekerjaan konstruksi jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II (elevated) berdampak kemacetan parah di ruas Tol Jakarta-Cikampek setiap harinya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan, akan terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk mengurangi kemacetan akibat pekerjaan itu.

"Saya kira perlu rekayasa lalu lintas dan koordinasi intensif dengan Kepolisian, supaya kita bisa urai kemacetannya," kata Basuki di Auditorium Kementerian PUPR, Selasa (25/7/2017).

Basuki mengakui, pemerintah terlambat dalam meningkatkan kapasitas jalan, sehingga, kemacetan di sejumlah ruas pun tak terelakkan.

Sementara, di sisi lain, pemerintah menggenjot sejumlah pekerjaan infrastruktur dengan tujuan untuk mengurai kemacetan yang ada.

Secara kebetulan, pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan, seperti kereta cepat dan light rapid transit (LRT) bersamaan dengan pekerjaan peningkatan kapasitas jalan tol.

"Namun demikian, gangguan selama pekerjaan ini timbul karena Pemerintah melakukan upaya untuk mengatasi kemacetan. Secara etis, lebih bisa diterima dibandingkan kalau Pemerintah diam saja. Setidaknya kita punya harapan bahwa ke depan (kondisinya) lebih baik," ujarnya.

Pembangunan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II (elevated) bertujuan untuk mengurangi kemacetan lalu linta Karawang-Bekasi-Jakarta dan sebaliknya.

Tak kurang dari Rp 16 triliun anggaran dibenamkan konsorsium PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Ranggi Sugiron Perkasa pada proyek yang dirancang sepanjang 36 kilometer ini.

Pembangunan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II terdiri dari sembilan seksi yaitu Seksi Cikunir-Bekasi Barat (2,99 kilometer), Seksi Bekasi Barat-Bekasi Timur (3,63 kilometer), dan Seksi Bekasi Timur-Tambun (4,34 kilometer).

Kemudian Seksi Tambun-Cibitung (3,30 kilometer), Seksi Cibitung-Cikarang Utama (4,46 kilometer), dan Seksi Cikarang Utama-Cikarang Barat (2,72 kilometer). Terakhir, Seksi Cikarang Barat-Cibatu (3,16 kilometer), seksi Cibatu-Cikarang Timur (2,45 kilometer) dan seksi Cikarang Timur-Karawang Barat (9,79 kilometer).

Ditargetkan, pembangunan jalan tol ini rampung pada 2019 mendatang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X