Pilih Subsidi Selisih Bunga, Ini Alasan Bank BTN

Kompas.com - 22/07/2017, 11:27 WIB
Direktur Consumer Banking Bank BTN Handayani, saat ditemui wartawan usai membuka Ramadhan Fair BTN 2017, di Lobby Menara BTN, Senin (12/6/2017). KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZADirektur Consumer Banking Bank BTN Handayani, saat ditemui wartawan usai membuka Ramadhan Fair BTN 2017, di Lobby Menara BTN, Senin (12/6/2017).
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyatakan tetap mendukung program pemerintah dalam mewujudkan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Namun untuk tahun ini, BTN memilih tidak menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

"Itu komitmen Bank BTN untuk menyalurkan KPR subsidi yang menjadi program nawacita janji pemerintah," kata Managing Director Consumer Banking BTN, Handayani, di Jakarta, Kamis (20/7/2017).

Ia menjelaskan, ada dua jenis KPR subsidi yang diberikan pemerintah kepada masyarakat, yaitu FLPP dan subsidi selisih bunga (SSB).

BTN lebih memilih menyalurkan KPR SSB karena ingin membantu pemerintah dalam pendanaan pembangunan infrastruktur.

"Kamj melihat pendanaan Bank BTN sudah cukup kuat untuk bisa mendukung itu. Tahun depan, ketika alokasi anggaran pemerintah cukup, kami juga salurkan kembali dengna dua model pembiayaan FLPP dan SSB," kata Handayani.

Dia berharap, pengembang tak perlu khawatir meski BTN untuk saat ini sedang tidak menyalurkan KPR FLPP.

"Karena BTN akan selalu jadi mitra utama pemerintah untuk salurkan pembiayaan KPR subsidi ini," ujarnya.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebelumnya menurunkan alokasi anggaran untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2017.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Perumahan Kementerian Perumahan Lana Winayanti mengatakan, anggaran yang diturunkan yaitu dari Rp 9,7 triliun menjadi Rp 3,1 triliun.

Itu artinya, Kementerian PUPR juga merevisi target penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) FLPP dari 120.000 unit menjadi 40.000 unit.

Menurut Lana, koreksi anggaran dilakukan lantaran Bank Tabungan Negara (BTN) tidak ingin ikut andil dalam penyaluran KPR FLPP tahun ini.

"Karena kan BTN kan enggak akan menyalurkan FLPP, jadi buat apa dianggarkan gede-gede di FLPP," tutur Lana saat dijumpai di lokasi proyek Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Rabu (19/7/2017).

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X