Setengah Abad, Waduk Jatiluhur Masih Terbesar di Indonesia

Kompas.com - 19/07/2017, 07:00 WIB
Bendungan Ir. Juanda atau yang lebih dikenal Waduk Jatiluhur di Purwakarta, Jawa Barat. Jessi CarinaBendungan Ir. Juanda atau yang lebih dikenal Waduk Jatiluhur di Purwakarta, Jawa Barat.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Keberadaan Bendungan Ir H Djuanda atau lebih dikenal dengan Waduk Jatiluhur, telah memberikan manfaat besar khususnya bagi petani yang memiliki lahan di wilayah Jawa Barat bagian utara.

Pada usianya kini yang telah memasuki tahun ke-50, bendungan tersebut masih menjadi yang terbesar di Indonesia.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, kapasitas daya tampung bendungan yang luas genangannya hingga 83 kilometer persegi itu dapat mencapai 3 miliar meter kubik.

"Waduk Jatigede yang menjadi bendungan terbesar kedua di Indonesia, kapasitasnya hanya 980 juta meter kubik atau sepertiganya," kata Basuki saat seminar bertajuk Setengah Abad Bendungan Ir H Djuanda Menghidupi Negeri di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (18/7/2017).

Meski telah berusia setengah abad, tingkat sedimentasi bendungan yang dirancang sepanjang mencapai 1,2 kilometer itu masih jauh lebih kecil dari pada Bengawan Solo.

"Bengawan Solo lebih muda tapi sedimentasinya lebih parah. Mungkin karena ada dua bendungan lain di atasnya," ujarnya.

Kehadiran bendungan ini memberikan manfaat besar bagi kehidupan masyarakat. Selain sebagai sumber air baku untuk rumah tangga, kota dan industri, bendungan ini juga dimanfaatkan untuk pengendali banjir di hilir untuk wilayah seluas 20.000 hektar.

Di samping itu, keberadaannya juga dimanfaatkan sebaga Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas 187,5 megawatt, dan sumber saluran irigasi bagi 240.000 hektar sawah dua musim per tahun.

"Petani bisa memanfaatkan air bendungan untuk irigasi tanpa dipungut biaya apa pun," kata dia.

Bila diasumsikan produksi rata-rata padi 5,5 ton per hektar per musim, maka bendungan yang dikelola Perum Jasa Tirta II ini telah mendukung produksi padi sebanyak 3,3 juta ton per tahun. Nilainya setara dengan Rp 13,86 triliun per tahun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X