Kompas.com - 13/07/2017, 10:07 WIB
Warga menonton aliran banjir lahar hujan yang melewati Kali Putih di Desa Jumoyo, Salam, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (25/12/2012). Hujan deras di kawasan lereng Gunung Merapi memicu terjadinya banjir lahar hujan yang membawa material sisa erupsi Merapi di sejumlah sungai di sisi barat Gunung Merapi. Banjir tersebut mengakibatkan satu buah mesin back hoe dan sedikitnya dua truk penambang pasir terjebak aliran banjir lahar hujan di Kali Senowo, Desa Mangunsoka, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. 

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOWarga menonton aliran banjir lahar hujan yang melewati Kali Putih di Desa Jumoyo, Salam, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (25/12/2012). Hujan deras di kawasan lereng Gunung Merapi memicu terjadinya banjir lahar hujan yang membawa material sisa erupsi Merapi di sejumlah sungai di sisi barat Gunung Merapi. Banjir tersebut mengakibatkan satu buah mesin back hoe dan sedikitnya dua truk penambang pasir terjebak aliran banjir lahar hujan di Kali Senowo, Desa Mangunsoka, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.
|
EditorHilda B Alexander

SEMARANG, KompasProperti - Proyek pengendalian banjir lahar dingin erupsi Gunung Merapi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, segera tuntas. Proyek pekerjaan Sabo saat ini telah mencapai 92 persen.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah, Prasetyo Budie Yuwono, mengatakan pekerjaan yang dimulai pada 20 November 2015 ini tersisa kurang 8 persen lagi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami targetkan selesai 8 November 2017 mendatang," kata Prasetyo, Rabu (12/7/2017).

Proyek pengendalian banjir lahar dingin Gunung Merapi dikerjakan oleh kontraktor gabungan PT Wijaya Karya (persero) Tbk, dan PT Brantas Abipraya (persero) yang bermitra dengan JICA, kontraktor asal Jepang.

Seluruh paket pekerjaan itu dikerjakan secara tahun jamak dengan anggaran Rp 283 miliar.

"Dam Sabo dirancang untuk mengalirkan lahar dengan kapasitas 640 kilometer per kubik," tambah Prasetyo.

Proyek Sabo dimulai sejak bencana banjir lahar dingin di alur Sungai Kaliputih Magelang pada 2010 lalu.

Paket pekerjaan tanggul itu memanjang hingga 2,77 kilometer. Tujuannya agar mampu menahan aliran banjir lahan dingin dari Gunung Merapi.

Banjir lahar dingin Merapi sendiri diprediksi terjadi tiap lima tahun hingga sepuluh tahun sekali. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.