Catatan Lebaran 2017: Ego Sektoral Hilang, Mudik Sukses

Kompas.com - 06/07/2017, 22:35 WIB
Pemudik dengan menggunakan KA Kertajaya dan Matarmaja dari Jawa Timur tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (30/6/2017). Sejalan dengan akan berakhirnya libur Lebaran, arus balik warga dari kampung halaman terus mengalir dan diperkirakan puncak arus balik Lebaran terjadi pada 1 Juli 2017. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPemudik dengan menggunakan KA Kertajaya dan Matarmaja dari Jawa Timur tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (30/6/2017). Sejalan dengan akan berakhirnya libur Lebaran, arus balik warga dari kampung halaman terus mengalir dan diperkirakan puncak arus balik Lebaran terjadi pada 1 Juli 2017.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menilai pelaksanaan mudik dan balik Lebaran tahun ini jauh lebih baik bila dibandingkan tahun sebelumnya.

Adanya kerja sama yang baik lintas sektoral menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan ritual tahunan tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara khusus memerintahkan kami saat rapat terbatas (ratas), untuk melaksanakan mudik lebih baik. Dan tidak ada ego sektoral," kata Budi Karya saat rapat evaluasi mudik 2017 di Kantor Staf Presiden (KSP), Kamis (6/7/2017).

Selain hilangnya ego sektoral, menurut dia, ada empat faktor yang membuat gelaran mudik 2017 berjalan lancar.

Pertama, kesiapan prasarana transportasi yang maksimal oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Hal yang tak kalah penting yaitu kesiapan sarana transportasi yang disediakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Di samping itu juga tata laksana komando darat oleh Kepolisian RI (Polri).

"Terakhir, perilaku dari para pemudik itu sendiri," kata dia.

Dalam tataran teknis, pengecekan terhadap sarana transportasi umum melalui ramp check dilakukan sedini mungkin. Dengan demikian, tingkat kecelakaan dapat ditekan semaksimal mungkin.

Selain itu, koordinasi yang berkesinambungan juga dilakukan. Kemenhub sendiri memiliki command center yang berfungsi untuk memantau kelancaran arus lalu lintas.

Keberadaan command center tersebut terhubung dengan command center yang dimiliki KSP dan Polri.

Kompas Video alan Tol Trans-Jawa yang dibuka sementara atau fungsional sepanjang 337 kilometer.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.