Kompas.com - 23/06/2017, 10:35 WIB
Kendaraan pemudik terpantau ramai keluar di Gerbang Tol Salatiga, Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (21/6/2017). Pemudik berasal dari Jalan Tol Bawen-Salatiga yang sudah difungsionalkan pada H-7. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGKendaraan pemudik terpantau ramai keluar di Gerbang Tol Salatiga, Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (21/6/2017). Pemudik berasal dari Jalan Tol Bawen-Salatiga yang sudah difungsionalkan pada H-7.
|
EditorHilda B Alexander

"Kami masih melakukan negosiasi. Kami harap tidak ada yang dirugikan," tutur David.

Mengatrol perekonomian

Ali dan David mengakui, pembangunan infrastruktur juga berdampak pada perekonomian sekitar kawasan. 

"Sudah banyak didirikan bisnis-bisnis rumahan atau usaha kecil menengah (UKM) seperti kios makanan, bengkel, bahkan hotel sudah ada di sekitar Bawen-Salatiga. Kendati tidak ada angka resmi, namun secara kasat mata bisa terlihat perbedaannya," kata Ali.

Selain itu, warga yang menggunakan tol ini juga bisa menghemat waktu. Semarang-Solo hanya 40 menit melalui tol.

Demikian halnya di sekitar ruas Solo-Sragen yang menurut David telah berubah 180 derajat. Kawasan ini lebih ramai, banyak "turis lokal" yang menyambangi tol ini karena ada Jembatan Klodran yang sangat menarik perhatian.

"Mereka datang setiap hari, pagi hingga sore. Jembatan Klodran tak pernah sepi pengunjung. Apalagi kalau Jumat malam, Sabtu dan Minggu, jadi destinasi wisata," cetus David.

Alhasil, banyak bertumbuh pedagang-pedagang kaki lima yang menjajakn dagangan dan jasanya. Tak hanya itu, bisnis properti pun ikut terdongkrak.

Di beberapa titik, terdapat perumahan baru yang diperuntukan bagi kelas menengah dengan harga bervariasi mulai dari Rp 300 juta hingga Rp 800 juta per unit.

David mengatakan, pengembangan infrastruktur akan selalu melibatkan beragam jenis bisnis dan industri. 

Perkembangannya pun terjadi demikian cepat. Di satu sisi perubahan ini bisa diterima positif, terlebih bila warga mendapat manfaat demikian besar dari pembangunan ini.

Namun, di sisi lain, kata David, harus ada upaya untuk menekan dampak negatif seminimal mungkin.

"Dampak negatifnya perubahan tata ruang. Tapi kami berharap perubahan tata ruang ini tidak terjadi secara sporadis, namun sesuai dengan aturan," tambah dia.

Kompas Video Ruas Tol Bawen-Salatiga yang termasuk bagian dari Jalan tol Semarang-Solo akan digunakan saat mudik Lebaran 2017.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.