Kompas.com - 21/06/2017, 22:36 WIB
Ruas Tol Batang-Semarang di exit toll Gringsing, Senin (24/5/2017). KOMPAS.com / DANI PRABOWORuas Tol Batang-Semarang di exit toll Gringsing, Senin (24/5/2017).
|
EditorHilda B Alexander

SEMARANG, KompasProperti - Pengamat transportasi Darmaningtyas mengatakan kecelakaan yang terjadi di ruas tol darurat Brebes Timur-Pemalang dan Pemalang-Batang jelang Lebaran 2017, karena dua hal utama.

Baca: Meski Sempat Ambles, Ruas Pemalang-Batang Sudah Bisa Dilalui

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pertama adalah kualitas konstruksi yang sangat buruk, terutama di bagian akhir jalur Pemalang-Batang yakni exit Gringsing.

"Konstruksinya dibuat asal-asalan dan tergesa-gesa. Kualitasnya sangat buruk. Saya berani jamin, H+2 jalan ini sudah rusak berat," tutur Darmaningtyas kepada Tim Merapah Trans-Jawa Kompas.com dan Otomania.com, Rabu (21/6/2017).

Hal ini diperkuat kesaksian Suharno, pemudik asal Depok yang menempuh perjalanan 12 jam menuju Solo.

Menurut Suharno, ruas tol fungsional paling buruk yang digunakan sementara adalah Pemalang-Batang.

"Banyak cor-coran semen yang terkelupas. Kalau hujan bisa menyebabkan kecelakaan," kata dia.

Sementara hal kedua yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan di ruas tol darurat tersebut, lanjut Suharno, adalah kendali pemudik yang juga buruk. Karena kelelahan, para pemudik ini mengantuk dan kehilangan konsentrasi, sehingga kejadian buruk tak bisa dihindari. 

Tol Brebes Timur-Pemalang, dan Pemalang-Batang merupakan dua ruas yang difungsikan secara darurat pada Senin (19/6/2017). 

Sebelum dibuka sementara, menurut Darmaningtyas, pemerintah sudah diingatkan sebulan sebelumnya atau tepatnya 17 Mei 2017, agar tidak memfungsikan tol darurat tersebut.

"Namun, peringatan saya tidak digubris pemerintah. Mereka tetap pada keputusan politiknya. Padahal, fungsionalisasi tol darurat ini sangat berbahaya," tutur Darmaningtyas.

Namun begitu, kata Darmaningtyas, karena sudah kadung difungsikan, kendali keamanan dan keselamatan bergantung pada pengendara atau pemudik.

Jika pemudik mematuhi rambu lalu lintas, misalnya kecepatan kendaraan maksimal hanya 40 kilometer per jam, dan tidak menyalip, tidak akan terjadi kecelakaan.

Hilda B Alexander/Kompas.com Arah keluar Jalan Tol Pejagan-Pemalang bersimpangan dengan Jalan Raya D.I Panjaitan yang jadi bagian Jalur Pantai Utara (Pantura). Kondisi jalan di sekitar persimpangan rusak, berpotensi bikin macet saat dilalui para pemudik.
"Akan tetapi, sebaiknya pengelola tol juga membuka jalan fungsional ini hanya siang hari. Sangat berbahaya jika berlaku 24 jam," ujar Darmaningtyas.

Sejatinya, tol fungsional sepanjang 110 kilometer yang membentang dari Brebes Timur hingga Gringsing tersebut merupakan tol sementara.

Usai balik Lebaran 2017, jalur ini akan dihancurkan untuk dibangun kembali dengan struktur yang lebih permanen.

"Selain itu, Jalan Tol Pejagan-Pemalang juga dirancang untuk memecah kemacetan yang terjadi di Brebes Timur," tambah Darmaningtyas.

Dengan dioperasikannya tol yang dimiliki PT Pejagan Pemalang Toll Road dan PT Pemalang Batang Toll Road ini, pintu keluar bertambah variatif yakni Beji, Bojong, dan Kandeman, sehingga bisa memecah kepadatan arus kendaraan.

Simak laporan multimedia dan interaktif dari Tim Kompas.com terkait informasi seputar jalur mudik dalam format Visual Interaktif Kompas (VIK) di http://vik.kompas.com/merapah-trans-jawa-2/

 

Kompas Video Kompas.com - Tim Merapah Trans Jawa Kompas.com dan Otomania.com kembali memantau perkembangan pembangunan Tol Brebes Menuju Pemalang. Tim akan menelusuri ruas Tol baru dari Brebes hingga Surabaya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.