Kompas.com - 21/06/2017, 22:36 WIB
Arah keluar Jalan Tol Pejagan-Pemalang bersimpangan dengan Jalan Raya D.I Panjaitan yang jadi bagian Jalur Pantai Utara (Pantura). Kondisi jalan di sekitar persimpangan rusak, berpotensi bikin macet saat dilalui para pemudik. Hilda B Alexander/Kompas.comArah keluar Jalan Tol Pejagan-Pemalang bersimpangan dengan Jalan Raya D.I Panjaitan yang jadi bagian Jalur Pantai Utara (Pantura). Kondisi jalan di sekitar persimpangan rusak, berpotensi bikin macet saat dilalui para pemudik.
|
EditorHilda B Alexander

"Namun, peringatan saya tidak digubris pemerintah. Mereka tetap pada keputusan politiknya. Padahal, fungsionalisasi tol darurat ini sangat berbahaya," tutur Darmaningtyas.

Namun begitu, kata Darmaningtyas, karena sudah kadung difungsikan, kendali keamanan dan keselamatan bergantung pada pengendara atau pemudik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika pemudik mematuhi rambu lalu lintas, misalnya kecepatan kendaraan maksimal hanya 40 kilometer per jam, dan tidak menyalip, tidak akan terjadi kecelakaan.

"Akan tetapi, sebaiknya pengelola tol juga membuka jalan fungsional ini hanya siang hari. Sangat berbahaya jika berlaku 24 jam," ujar Darmaningtyas.

Sejatinya, tol fungsional sepanjang 110 kilometer yang membentang dari Brebes Timur hingga Gringsing tersebut merupakan tol sementara.

Usai balik Lebaran 2017, jalur ini akan dihancurkan untuk dibangun kembali dengan struktur yang lebih permanen.

"Selain itu, Jalan Tol Pejagan-Pemalang juga dirancang untuk memecah kemacetan yang terjadi di Brebes Timur," tambah Darmaningtyas.

Dengan dioperasikannya tol yang dimiliki PT Pejagan Pemalang Toll Road dan PT Pemalang Batang Toll Road ini, pintu keluar bertambah variatif yakni Beji, Bojong, dan Kandeman, sehingga bisa memecah kepadatan arus kendaraan.

Simak laporan multimedia dan interaktif dari Tim Kompas.com terkait informasi seputar jalur mudik dalam format Visual Interaktif Kompas (VIK) di http://vik.kompas.com/merapah-trans-jawa-2/

 

Kompas Video Kompas.com - Tim Merapah Trans Jawa Kompas.com dan Otomania.com kembali memantau perkembangan pembangunan Tol Brebes Menuju Pemalang. Tim akan menelusuri ruas Tol baru dari Brebes hingga Surabaya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.