Kompas.com - 08/06/2017, 23:38 WIB
|
EditorBayu Galih

PEKANBARU, KOMPAS.com - Masjid Jami Air Tiris pantas masuk dalam daftar destinasi religi yang patut dikunjungi ketika sedang berada di Riau.

Masjid Jami Air Tiris yang ada di Kabupaten Kampar ini menjadi salah satu masjid tertua di Sumatera. Sebab, masjid ini sudah berdiri sejak 1901 atau telah berusia satu abad lebih, tepatnya 116 tahun.

Berdirinya masjid dengan arsitektur laiknya rumah apung ini memiliki cerita cukup menarik, karena pada saat itu di Kampar belum ada satu pun masjid atau mushala.

"Dulu lokasi masjid adalah sebuah pasar kenegaraan Tiris tahun 1881. Dua puluh tahun setelah itu ada Datuk Ongku Mudo Songkal yang merasa perlu membangun masjid dan kemudian berbicara dengan alim ulama untuk membangun masjid," kata Juru Kebersihan Masjid Jami Air Tiris, Amiruddin Khatib, saat ditemui Tim Mudik Gesit, Jumat (26/5/2017).

Masjid dengan dominasi material kayu ini disebut Pak Udin, sapaan karib Amiruddin, dibangun tanpa menggunakan paku dan tanpa biaya.

Menurut Pak Udin, kala itu pembangunan masjid dibangun secara gotong royong dan sukarela serta dengan material kayu yang dicari di hutan.

"Setelah oke dan dibangun, dipanggil 24 desa untuk terlibat membangun, secara bergotong royong dan dengan mencontoh arsitektur Masjid Demak," ujar Pak Udin.

Selain itu, model panggung di Masjid Jami Air Tiris dibuat lantaran untuk menghindari banjir ketika Sungai Kampar meluap.

Tim Mudik Gesit kemudian berkesempatan untuk masuk ke dalam masjid dan melihat interior di dalamnya.

KOMPAS.com/Ridwan Aji Pitoko Serba-serbi arsitektur dan keunikan yang ada di Masjid Jami Air Tiris di Kabupaten Kampar, Riau. Foto diambil Jumat (26/5/2017).
Interior Masjid Jami' Air Tiris dapat dikatakan cukup sederhana dengan 40 tiang yang menjadi penyangga.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.