Kompas.com - 07/06/2017, 16:20 WIB
Kemacetan mengular sepanjang 18 kilometer di ruas tol Pejagan - Brebes Timur, Jawa Tengah, Jumat (01/07/2016). Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 lebaran. KOMPAS IMAGES / KRISTIANTO PURNOMOKemacetan mengular sepanjang 18 kilometer di ruas tol Pejagan - Brebes Timur, Jawa Tengah, Jumat (01/07/2016). Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 lebaran.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Sejumlah langkah disiapkan guna mengantisipasi terjadinya kemacetan saat mudik dan balik Lebaran 2017.

Baik itu kemacetan yang terjadi di ruas jalan tol, maupun jalan nasional yang akan dilalui pemudik.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Herry Trisaputra Zuna mengatakan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-2 Lebaran atau 23 Juni 2017.

Sementara, puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+6 lebaran atau 2 Juli 2017.

"Lalu lintas arus mudik dan balik Lebaran diprediksi sedikit lebih tinggi dari pada lalu lintas Lebaran 2016, akibat penambahann jalur fungsional dari Brebes Timur sampai dengan Semarang," kata Herry di Galeri Nasional Jakarta, Jumat (2/6/2017).

Khusus kemacetan di gerbang tol, ia mengatakan, ada sembilan langkah yang disiapkan BPJT untuk mengatasinya.

Pertama, dilakukan pengalihan arus lalu lintas ketika antrian telah mencapai 1 kilometer. Selanjutnya, mengatur buka-tutup gerbang atau ramp.

Upaya lainnya yaitu mengkanalisasi dan menertibkan antrian menjelang gerbang tol guna mencegah persilangan kendaraan lalu lintas menerus dengan yang akan keluar off ramp.

"Langkah berikutnya yaitu dengan menertibkan parkir di bahu jalan," kata dia.

Selain itu, ia menambahkan, berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan instansi terkait berkenaan dengan pengaturan lalu lintas.

Di samping juga mengoptimalkan gardu tol operasi pada beberapa gerbang tol, memfungsikan gardu tol riversible, serta membuat seluruh gardu dapat menerima sistem pembayaran atau hybrid.

"Terakhir, penambahan personel pool toll, petugas jemput kendaraan, encoding KTME, dan PUTTRA (Petugas Penjemput Transaksi)," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.