Siapkan Perumahan, Perumnas Ingin Gandeng Bank Tanah

Kompas.com - 28/05/2017, 17:03 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 83 Tahun 2015, Perum Perumnas dapat menguasai tanah untuk pembangunan hunian.

Seiring berjalannya waktu, pemerintah juga memandang perlu untuk membentuk bank tanah secara khusus melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Ke depannya, ketika bank tanah ini sudah terbentuk sempurna, Direktur Marketing Perumnas Muhammad Nawir mengharapkan dapat menjalin kerja sama.

"Dalam bekerja sama, kami mengharapkan badan tersebut bisa menyediakan lokasi yg bisa cocok dikembangkan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)," ujar Nawir menjawab KompasProperti, pekan lalu.

Ia mengaku, Perumnas saat ini sedang melakukan proses inventarisasi lahan. Jika bank tanah sudah berjalan secara sah, proses inventarisasi ini bisa dipercepat dengan kerja sama.

Menurut dia, kerja sama ini dapat berupa bank tanah sebagai pengelola lahan, kemudian Perumnas yang mengembangkannya.

"Terutama, karena lahannya luas, praktis pembangunannya untuk kompleks perumahan bahkan kota baru," sebut Nawir.

Perumnas sudah berpengalaman membangun kota baru. Sebagai contoh, pada 1980-an, Perumnas pernah membangun kota baru di Depok dan Semarang.

Dengan meliputi area 500 hektar, saat ini umumnya pengembangan tersebut telah menjadi kota.

"Nanti polanya mirip seperti itu. Kami mengembangkanskala kota, bekerja sama dengan pengembang swasta. Perumnas jadi master developer," ucap Nawir.

Menekan harga rumah

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X