Kompas.com - 24/05/2017, 23:53 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono saat mengunjungi proyek Light Rail Transit (LRT) Palembang, Rabu (24/5/2017). Arimbi RamadhianiMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono saat mengunjungi proyek Light Rail Transit (LRT) Palembang, Rabu (24/5/2017).
|
EditorHilda B Alexander

PALEMBANG, KompasProperti - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau perkembangan pembangunan Tol Palembang-Indralaya, Rabu (24/5/2017).

Kunjungan Basuki kali ini ditemani Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Sri Mulyani, atau kerap disapa Ani, khusus melihat tol yang dibangun dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut.

"Nanti untuk mudik, kita akan fungsikan dari Palembang ke Indralaya di seksi 1 ini," ujar Basuki kepada wartawan.

Ia mengatakan, pembangunan tol ini sebenarnya sudah cukup lama. Dengan panjang mencapai 24,5 kilometer, Palembang-Indralaya dalam tahap pengerasan aspal sepanjang 12 kilometer.

Proses pengerasan aspal perlu dilakukan mengingat lahan untuk pembangunan jalan merupakan gambut sehingga terlalu lunak.

Untuk menyiasatinya, PT Hutama Karya (Persero) Tbk sebagai kontraktor melakukan metode vakum guna menghisap kadar air yang berlebihan di dalam tanah.

Setelah divakum, tanah bisa turun di kisaran 2 sampai meter.

"Nanti kira-kira November 2017, semua (seksi) sudah operasi sampai ke Indralaya," kata Basuki.

Jalan tol ini memakan biaya senilai Rp 2,63 triliun dan pelaksanaannya sudah dilakukan sejak 2015. Saat ini, perkembangan fisiknya mencapai 50,61 persen, sedangkan pembebasan lahan 94,38 persen.

Jika dijabarkan, perkembangan pembebasan lahan di seksi I, yakni Palembang-Pemulutan sebesar 85,22 persen.

Sementara seksi II Pemulutan-KTM pembebasan lahannya 4,43 persen dan seksi III KTM-Indralaya sebesar 62,55 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.