Kompas.com - 23/05/2017, 13:24 WIB
Seksi 1 Sidomulyo-Bakauheni yang merupakan bagian dari Ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar di Lampung akan fungsional ketika lebaran nanti. Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.comSeksi 1 Sidomulyo-Bakauheni yang merupakan bagian dari Ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar di Lampung akan fungsional ketika lebaran nanti.
|
EditorHilda B Alexander

BANDARLAMPUNG, KompasProperti - Seksi I Tol Bakauheni-Terbanggi Besar yang menghubungkan antara Sidomulyo dan Pelabuhan Bakauheni dipastikan bisa fungsional dalam Lebaran 2017 ini.

PT PP (Persero) Tbk selaku kontraktor memastikannya kepada KompasProperti ketika berkunjung ke lokasi proyek, Minggu (21/5/2017).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Seksi I dari Sidomulyo-Pelabuhan Bakauheni dengan panjang 7 kilometer dari total 39 kilometer akan fungsional Lebaran nanti untuk mengurai kemacetan ke Pelabuhan Bakauheni," kata Kepala Pelaksana Pembangunan Seksi 1 Sidomulyo-Bakauheni Defri Maulana.

Pembangunannya, menurut Defri, dibagi ke dalam tiga zona. Zona pertama dari KM 0 di Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan hingga KM 9 Pelabuhan Bakauheni.

Kemudian zona kedua dari KM 9 sampai KM 27 di Kalianda dan zona ketiga dari KM 27 sampai KM 39+400 di Kalianda.

Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.com Seksi 1 Sidomulyo-Bakauheni yang merupakan bagian dari Ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar di Lampung akan fungsional ketika lebaran nanti.
"Zona satu progres konstruksinya sudah 95 persen, zona kedua sekitar 15 persen, dan zona ketiga masih dua persen karena baru mulai. Secara keseluruhan sekitar 47 persen," jelas Defri.

Defri menambahkan, pembebasan lahan masih menjadi kendala bagi timnya untuk bisa mempercepat konstruksi Seksi I Sidomulyo-Pelabuhan Bakauheni yang termasuk Ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar.

"Pembebasan lahan masih menjadi kendala. Terkait pembebasan lahan ada dua masalah menurut analisa saya, yakni dualisme kepemilikan tanah atau lebih dan harga tidak sesuai yang mereka mau," imbuhnya.

Untuk harga yang diminta, Defri menjelaskan berbeda-beda di setiap daerah, tergantung hasil pertanian di lahan tersebut.

Di Desa Hatta saja atau tepatnya di titik awal pembangunan seksi 1 harga untuk tiap lahannya adalah sebesar Rp 300 ribu per meter persegi.

Berikut video liputannya:

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.