Kompas.com - 22/05/2017, 20:30 WIB
Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo dalam konferensi pers kinerja di kantornya, Jakarta, Jumat (27/1/2017). Achmad FauziDirektur Utama SMF Ananta Wiyogo dalam konferensi pers kinerja di kantornya, Jakarta, Jumat (27/1/2017).
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti – PT Sarana Multigiya Finansial (Persero) atau SMF menggelar Kegiatan “Sharing Knowledge dan Pelatihan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bank Pembangunan Daerah (BPD)”, di Hotel Grand Mahakam, Jakarta.

Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari, yakni 22-23 Mei 2017 tersebut, diikuti oleh 26 BPD dari berbagai daerah di Indonesia.

Hadir dalam pembukaan acara tersebut Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, Direktur Jenderal Pembiayaan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Lana Winayati, dan Direktur Pendayagunaan Sumber Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Lita Madonna.

Selain itu, ada pula Direktur Utama Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (BLU-PPDPP), Budi Hartono, dan Ketua Umum Asosiasi Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Junaedi Abdillah.

Dalam kesempatan tersebut, Ananta mengatakan, kegiatan berbagi pengetahuan ini merupakan salah satu sarana penyampaian informasi terkait bisnis KPR kepada BPD.

“Kami optimistis sinergi penyaluran KPR dengan seluruh BPD akan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian negeri, utamanya dalam usaha menyediakan rumah yang layak dan terjangkau,” ujar Ananta, melalui keterangan tertulis yang diterima KompasProperti, Senin (22/5/2017).

Menurut dia, informasi ini penting untuk mendorong optimalisasi peran BPD dalam meningkatkan penyaluran KPR.

Pada akhirnya, penyaluran KPR ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan perumahan di Indoensia, khususnya pada wilayah BPD masing-masing.

Ananta menambahkan, kerjasama pembiayaan KPR dengan menggandeng BPD, selain sebagai tolak ukur keberhasilan SMF dalam menyalurkan KPR, juga untuk mendorong pembangunan perumahan di berbagai daerah.

BPD memiliki peran penting dalam penyaluran KPR di berbagai daerah khususnya pelosok Indonesia. Pasalnya, BPD cenderung lebih mengenal karakteristik masyarakat di daerahnya masing-masing.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.