Kompas.com - 17/05/2017, 14:30 WIB
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Tak hanya terkait masalah keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga kerap menerima aduan masyarakat terkait persoalan properti.

Dari catatan OJK, setidaknya ada 664 aduan yang diterima dalam kurun waktu empat tahun terakhir.

Deputi Direktur Direktorat Pelayanan Konsumen Rela Ginting mengatakan, pihaknya memasukkan aduan yang diterima ke dalam sembilan klasifikasi, yaitu pengembang atau developer, konsumen, bank, asuransi, notaris, jasa penilai, Badan Pertanahan Nasional (BPN), pemerintah daerah (pemda) dan lain-lain.

Untuk developer, beberapa persoalan yang sering diadukan yakni pengembang nakal lantaran melakukan praktek wanprestasi, baik dalam hal penyerahan sertifikat maupun kualitas bangunan.

Selain itu, materi Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) yang sering kali lebih menguntungkan pengembang.

"Kemudian, developer itu kadang-kadang suka janjikan kredit pasti cair. Itu terkadang terjadi di lapangan padahal mereka nggak punya kewenangan mencairkan kredit," kata Rela saat kegiatan Property and Mortgage Summit 2017 di Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Sementara itu, dari sisi konsumen, persoalan yang kerap terjadi seperti kredit macet, tingkat pemahaman konsumen terhadap produk dan layanan KPR berbasis syariah masih rendah, hingga kurang telitinya pengetahuan tentang profil pengembang.

Ada pun persoalan yang dihadapi dari sisi perbankan seperti perjanjian kredit yang lebih berpihak kepada bank, belum sepenuhnya menerapkan prinsip transparansi produk KPR termasuk dalam hal ini KPR berbasis syariah, hingga, belum selesainya dokumen kepemilikan rumah.

"Dari aspek notaris, kami terima laporan dipaksa dari pihak bank padahal ada kode etik notaris terkait pengurusan perjanjian atau dokumen KPR," kata dia.

Sementara dari sisi asuransi, aduan yang diterima biasanya terkait klaim yang tidak dibayarkan, atau dibayarkan namun proses kalim yang terlalu lama, hingga tidak transparannya refund premi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.