Kompas.com - 17/05/2017, 08:30 WIB
Seorang resepsionis tengah menunggu tamu di meja resepsionis Aviary Hotel Bintaro, Selasa (16/5/2017). KOMPAS.com / DANI PRABOWOSeorang resepsionis tengah menunggu tamu di meja resepsionis Aviary Hotel Bintaro, Selasa (16/5/2017).
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

TANGERANG SELATAN, KompasProperti - Tingginya angka kemacetan di kota besar seperti DKI Jakarta, membuat kota-kota satelit di sekitarnya, seperti Bintaro, kerap menjadi sasaran alternatif untuk dikunjungi.

Tak hanya untuk liburan, tetapi juga menyelenggarakan kegiatan perkantoran seperti rapat atau meeting.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

General Manager Aviary Hotel Didit Anthony mengatakan, dari hasil kajian yang dilakukan, tingkat okupansi hotel di Bintaro cukup tinggi, mencapai 80 persen. Bahkan, pada waktu-waktu tertentu, bisa sempurna 100 persen.

"Kami melihat jumlah hotel di Bintaro belum terlalu banyak. Kami punya target, running okupansi pada tahun ini di atas 70 persen," ucap Didit saat soft launching Aviary Hotel Bintaro, Selasa (16/5/2017).

Sementara itu, Chief Executive Officer Aviary Hotel, Aswin Sumampau menilai, saat ini banyak perusahaan besar yang memutuskan untuk berpindah lokasi ke kota-kota penyangga.

Hal itulah yang melandasi dibangunnya hotel yang bernaung di bawah PT Sumampau Hotels and Resorts itu di kawasan tersebut.

"Jadi kami lihat market yang sangat besar, okupansi yang sangat besar," kata dia.

Menurut Aswin, masyarakat Indonesia yang menginap di sebuah hotel cenderung berorientasi pada layanan.

Karena itu, dengan mengusung konsep lifestyle, ia berharap, hotel yang mulai dibangun dengan menghabiskan anggaran Rp 150 miliar itu dapat memenuhi ekspektasi masyarakat, khususnya generasi milenial.

Untuk saat ini, Aswin menambahkan, proses pengerjaan hotel belum seluruhnya rampung, terutama lamdamg burung raksasa atau giant bird cage, yang bakal menjadi ikon hotel tersebut.

"Walaupun belum rampung, berikutnya kami sedang (studi) dalam beberapa kota. Kita punya potensi di Bangka, di Medan juga. Tapi kami sedang pelajari bagaimana market bisa terima," tuntasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.