Untuk Dinding yang Tahan Gempa, Coba Gipsum!

Kompas.com - 12/05/2017, 16:05 WIB
Gypsum atau drywall terbaru keluaran Gyproc Saint-Gobain, Habito saat dipamerkan di BCI Asia Awards 2017 KOMPAS.com/Auzi AmaziaGypsum atau drywall terbaru keluaran Gyproc Saint-Gobain, Habito saat dipamerkan di BCI Asia Awards 2017
|
EditorLatief

KOMPAS.com – Membangun rumah perlu perhitungan yang tepat, terutama terkait pemilihan material yang akan digunakan. Bila Anda tinggal di wilayah yang rentan gempa, pertimbangkan bahan-bahan yang kuat, baik untuk eksterior maupun interior rumah.

Pada umumnya, di Indonesia bahan tembok rumah bagian dalam masih memakai batako, semen, dan pasir. Kini, gipsum yang biasanya banyak dipakai untuk plafon bagian atas bangunan, mulai dipakai untuk bagian dinding.

Salah satu keunggulan gipsum atau drywall (tembok kering) ada pada beratnya. Material ini lebih ringan dari bata biasa.

Keringanan tersebut membuat pergerakan drywall lebih fleksibel saat terjadi bencana gempa dibandingkan dengan tembok beton.

"Contoh, kenapa dari bata merah menjadi bata ringan, karena berusaha mendapatkan tembok dengan berat yang makin ringan. Dengan drywall, dari bata (perbandingan) beratnya tinggal 1/10," ujar Managing Director PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia (SCGPI), Hantarman Budiono, saat ditemui di acara BCI Asia Awards 2017 di Fairmont Jakarta, Selasa (9/5/2016).

Fleksibilitas drywall juga terlihat, terutama karena kemudahaannya dipasang dan membentuk dinding.

"Justru sangat dibutuhkan, bahwa internal wall kita sudah nggak perlu batu bata. Kita hanya perlu pakai drywall dan sudah bisa membentuk ruangan," lanjut Hantarman/

Walau lebih ringan, lanjut dia, ketahanan gipsum sanggup menahan beban berat hingga 130 kg. Untuk membuktikan itu, pada BCI Asia Awards 2017, Gyproc Saint Gobain memajang percobaan dengan menggantung motor seberat 130 kg pada drywall Habito. Dinding itu tetap bertahan tanpa kerusakan.

Adapun keunggulan gipsum lainnya adalah lebih mudah dipotong, diperbaiki, dan mudah dimuluskan kembali. Misalnya, jika ingin memasang televisi di dinding drywall, Anda bisa langsung mengebor dinding tersebut tanpa repot mencari tulang dinding.

Pun, jika mau dipindahkan, Anda bisa lansung mencopot, dan bagian yang berlubang dengan mudah dapat ditutup.

Kelebihan-kelebihan itulah yang membuat gipsum atau drywall sudah populer digunakan di luar negeri, seperti Eropa. Dinding ini pun sekarang mulai banyak dipakai di Asia.

"Di Singapura hampir semua bangunan interior wall-nya adalah drywall," kata Hantarman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X