Lippo Karawaci Raup Pendapatan Rp 2,5 Triliun

Kompas.com - 05/05/2017, 20:42 WIB
- -
EditorLatief

Jakarta, KompasProperti - PT Lippo Karawaci Tbk ( LPKR) meraih total pendapatan sebesar Rp 2,5 triliun untuk kuartal yang berakhir pada 31 Maret 2017 lalu. Capaian LPKR menurun sebesar 2 persen dibandingkan kuartal pertama 2016 lalu.

Pada kuartal pertama 2017 ini LPKR mendapatkan laba bersih Rp 143 miliar atau turun sebesar 54 persen dibandingkan kuartal pertama 2016.
             
"Sektor properti kita pada kuartal pertama ini masih relatif lemah, karena masyarakat masih enggan membeli properti. Ini ini disebabkan program amnesti pajak yang masih berjalan serta pemilihan kepala daerah serentak di 101 provinsi dan kabupaten di Indonesia," ujar Ketut Budi Wijaya, Presiden Direktur LPKR, Kamis (4/5/2017).

Namun demikian, lanjut Ketut, model bisnis LPKR yang berimbang antara sektor properti dan bisnis recurring telah menopang pendapatan LPKR secara keseluruhan. Pendapatan recurring LPKR, terutama ditunjang oleh pertumbuhan organik di sektor layanan kesehatan meningkat.

"Divisi healthcare memberikan kontribusi signifikan terhadap total pendapatan perusahaan sehingga kami juga akan terus mengembangkan bisnis ini dan di saat bersamaan berinvestasi dalam perluasan jaringan rumah sakit dan mal," kata Ketut. 

Saat ini pendapatan properti LPKR turun sebesar 28 persen atau menjadi Rp 712 miliar. Capaian tersebut memberikan kontribusi sebesar 28 persen terhadap total pendapatan perusahaan itu.
 
Adapun pendapatan dari divisi urban development tercatat menurun sebesar 47 persen atau menjadi Rp 392 miliar. Sementara pendapatan dari Divisi Large Scale Integrated meningkat 31 persen menjadi Rp 319 miliar pada kuartal pertama tahun ini.

"Ini terutama dengan peningkatan pengakuan pendapatan di Orange County," ujarnya.
 
Pertumbuhan rumah sakit

Ketut mengatakan, pendapatan recurring memainkan peran penting dalam menyeimbangkan pelemahan siklus bisnis properti. Pendapatan recurring LPKR tumbuh 13 persen menjadi Rp 1,8 triliun dan berkontribusi 72 persen terhadap total pendapatan.

Dari sektor layanan rumah sakit, tutur Ketut, LPKR mencatat pertumbuhan 13 persen menjadi Rp 1,4 triliun. Hingga akhir kuartal pertama 2017 ini, Siloam mengelola 25 rumah sakit.

"Untuk kunjungan pasien rawat jalan tumbuh 12 persen dan laba bersih pada kuartal pertama tahun ini sebesar Rp 40 miliar," ucap Ketut.

Khusus pendapatan dari divisi komersial LPKR mencatat peningkatan 22 persen menjadi Rp 183 miliar. Hal itu terutama ditopang oleh peningkatan tajam dari pendapatan mal sebesar 57 persen menjadi Rp 97 miliar.

"Untuk pendapatan hotel masih stabil sebesar Rp 86 miliar," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X