Rumah Murah Rp 90,4 Juta Dibangun dalam Lima Hari

Kompas.com - 03/05/2017, 08:09 WIB
Rumah yang terbuat dari batu bata plastik ini dibangun dalam kurun waktu lima hari www.archdaily.comRumah yang terbuat dari batu bata plastik ini dibangun dalam kurun waktu lima hari
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

BOGOTA, KompasProperti - Sepuluh tahun lalu, ketika Fernando Silo, pria asal Kolombia, mencoba membangun rumahnya sendiri di Cundinamarca, ia menyadari bahwa untuk memindahkan bahan bangunan dari Bogota sangat sulit.

Setelah berpikir, ia memutuskan untuk membangun rumahnya dengan menggunakan bahan yang terbuat dari plastik.

Serangkaian percobaan pun dilakukan dan berbagai kesalahan dialami, hingga akhirnya ia menemui Óscar Méndez, arsitek yang mengembangkan tesisnya dengan topik yang sama.

Bersama-sama, mereka akhirnya mendirikan perusahaan Conceptos Plásticos pada tahun 2011.

Perusahaan lokal yang inovatif itu kemudian mematenkan sistem bata dan pilar yang terbuat dari plastik daur ulang.

Bila digabungkan layaknya potongan lego dalam sistem konstruksi, memungkinkan anda membangun rumah setinggi dua lantai dalam kurun waktu lima hari.

www.archdaily.com Material dasar rumah ini dari plastik bekas pabrik yang didaur ulang.
Alih-alih plastik baru, mereka justru menggunakan plastik bekas yang didaur ulang. Dengan demikian, mereka seakan memberikan kesempatan hidup untuk kedua kalinya bagi plastik-plastik tersebut, mengingat waktu yang diperlukan agar mereka dapat terdegradasi mencapai 300 tahun.

"Bekerja dengan plastik baru itu sederhana," ucap Óscar Méndez kepada surat kabar Kolombia El Tiempo yang dikutip dari www.archdaily.com.

"Karena ada parameter yang ditentukan, namun yang digunakan (plastik) memerlukan lebih banyak eksperimen," lanjut dia.

Bahan dasar yang digunakan untuk membuat bata dan pilar tersebut diperoleh dari plastik bekas yang banyak dibuang pabrik setiap harinya.

www.archdaily.com Ongkos konstruksi rumah plastik ini hanya Rp 90 juta.
Dengan menggunakan proses ekstrusi, plastik dilelehkan dan dikosongkan ke dalam cetakan akhir, untuk membuat batu bata seberat tiga kilogram yang menyerupai tanah liat dengan dimensi yang sama.

Ketika dirakit di bawah tekanan, batu bata mengisolasi panas dan memiliki aditif yang menghambat pembakaran.

Selain itu, batu bata tersebut tahan terhadap thermoacoustic dan tahan menghadapi gempa dengan tingkat skala yang berlaku di Kolombia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X