Tempat Lahir Jokowi di Boyolali Diusulkan Jadi Ibu Kota Negara

Kompas.com - 29/04/2017, 15:21 WIB
Bupati Boyolali Seno Samodro KOMPAS.com/M WismabrataBupati Boyolali Seno Samodro
|
EditorHilda B Alexander

SEMARANG, KompasProperti - Bupati Boyolali Seno Samudro mengusulkan tempat lahir Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, sebagai salah kandidat lokasi baru ibu kota Negara.

Seno menyampaikan usulan soal Boyolali jadi ibu kota negara di depan mahasiswa Universites Diponegoro (Undip) Semarang, Jumat (28/4/2017) kemarin.

Usulan tersebut juga pernah disampaikannya di depan mahasiswa Universitas Gajahmada (UGM) Yogyakarta.

Usai berbicara soal tata kota Boyolali di Undip, Seno menegaskan kembali pernyataannya itu kepada sejumlah media.

"Iya itu tempat lahirnya Pak Jokowi. Kita tunggu saja. Itu mau dicantumkan visi misi atau tidak ketika 2019," kata Seno.

Ada pun lokasi yang diusulkan Seno menjadi ibu kota negara yaitu di 10 kecamatan dari 19 kecamatan di Boyolali. Luas 10 kecamatan yang ada sekitar 68.000 hektar.

Seno yakin Boyolali bisa menjadi salah alternatif jika rencana relokasi ibu kota Negara positif.

"Kalau arahnya kelihatane, dulu pernah minta kepala Bappenas untuk kaji pemindahan ibu kota. Sudah muncul kajiannya. Hanya saja munculnya di Palangkaraya. Nanti mudah, tinggal dari Palangkaraya ke Boyolali," kata dia.

Seno mengatakan, dia akan menunggu hasil kajian itu karena yang memutuskan Presiden.

"Presiden harus rapat dengan MPR juga, sehingga ketika itu nanti masuk dalam kampanye, dan menang lagi itu dianggap setuju. Dan DPR atau MPR tidak bisa menolak," ucapnya.

Dengan pemindahan ibu kota negara, kata Seno, maka Jakarta hanya menjadi kota bisnis dan jasa. Sementara ibu kota berada di Boyolali.

"Saya usul ke pak Jokowi, (kalau pemindahan) yang ditiru itu Amerika. Di setiap negara bagian Amerika, punya istana presiden. Lha Indonesia ingin punya seperti itu. Jadi minimal setiap provinsi ada," ungkap dia.

Seno menambahkan, agar Jokowi juga sekalian mengadopsi pengelolaan kota Washington dan New York sebagai pusat bisnis.

"Jadi, Jakarta pusat bisnis, ibu kota di Boyolali," cetusnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X