Kompas.com - 26/04/2017, 14:23 WIB
Masyarakat Pemerhati Properti (MPP), (Rabu/26 April 2017), menggelar diskusi bertajuk “Infrastruktur Depok Topang Kenyamanan Kota”. Diskusi menghadirkan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna, Kepala Rumah Sakit Univesitas Indonesia, Julianto Wicaksono, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Pemkot Depok, Wijayanto, serta Direktur Utama Orchid Realty, Mujahid. Dok MPPMasyarakat Pemerhati Properti (MPP), (Rabu/26 April 2017), menggelar diskusi bertajuk “Infrastruktur Depok Topang Kenyamanan Kota”. Diskusi menghadirkan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna, Kepala Rumah Sakit Univesitas Indonesia, Julianto Wicaksono, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Pemkot Depok, Wijayanto, serta Direktur Utama Orchid Realty, Mujahid.
Penulis Latief
|
EditorLatief

Adapun akses keluar masuk tol akan berlokasi di Jalan Raya Bogor, Margonda, dan Cinere. Sementara itu, pembangunan jalan tol Depok-Antasari seksi I Antasari-Brigif ditargetkan selesai akhir tahun ini.

"Sekarang penyelesaian konstruksinya sudah mencapai 49,5 persen dengan pembebasan lahan 97 persen," ujarnya.

Bisnis MICE

Sementara itu, potensi lain Depok terkini adalah hadirnya Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) sebagai layanan rumah sakit terbesar yang akan menjadi pusat kesehatan di masa depan Kota Depok.

Kepala Rumah Sakit Univesitas Indonesia (RSUI), Julianto Wicaksono, yang juga hadir sebagai pembicara, mengatakan bahwa kenyamanan konsumen properti selain ditopang akses juga didukung kehadiran rumah sakit modern yang berkelas internasional. RSUI sendiri mulai beroperasi di awal 2018 nanti.

"RSUI akan sekelas rumah sakit di Singapura, namun dengan biaya berobat yang lebih murah," tutur Julianto.

Dia menambahkan, bahwa rumah sakit modern berkapasitas 300 tempat tidur itu akan menerapkan konsep Academic Health System yang berorientasi sepenuhnya pada penyediaan lahan pendidikan profesional bagi dokter, dokter gigi, keperawatan, farmasi dan kesehatan masyarakat secara terintegrasi.

"Sekarang memang masih 300 tempat tidur, tapi konstruksinya di tahap kedua akan disiapkan untuk 900 tempat tidur. Ini akan memunculkan nilai sewa tempat tinggal sementara untuk dosen atau keluarga pasien dan tamu. Kalau semua infrastruktur siap, bisnis hospital tourism pasti jalan., termasuk bisnis MICE, karena ada seminar-seminar di RSUI dan butuh itu penginapan," ujar Julianto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.