Kompas.com - 26/04/2017, 08:33 WIB
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Kendati pembangunan rumah susun (rusun) mulai marak di berbagai daerah di Indonesia, justru tidak dilengkapi dengan peraturan daerah (perda) sebagai payung hukumnya.

Sampai saat ini, hanya 15 daerah yang telah memiliki perda rusun yang merupakan amanat dari Undang Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rusun.

"Saya nggak hafal angka pastinya, tapi sekitar 15 pemerintah kota (pemkot) yang baru punya perda rusun seperti Jakarta, Balikpapan, dan Surabaya," kata Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lukman Hakim, di Hotel Grand Kemang Jakarta, Selasa (25/4/2017).

Keharusan membuat perda rusun ini pada dasarnya telah ada sejak 1992. Kala itu, pemerintah pusat melakukan uji coba perda rusun dengan menggunakan UU Perumahan dan Permukiman yang kemudian digalakkan pada 2002 dan kemudian dilaksanakan pada 2004.

Sejak UU Rusun 2011 dikeluarkan, perintah pembentukan perda rusun semakin kuat.

Adapun penyebab masih banyaknya daerah yang belum memiliki perda rusun adalah karena pemerintah daerah (pemda) masih menomorduakan pengelolaan dan pembangunan rusun.

"Ya sepertinya karena mereka memandang bahwa pembangunan rusun belum merupakan prioritas, fokusnya masih ke yang lain yakni pembangunan rumah tapak," tutur Lukman.

Penyebab lainnya, lanjut Lukman, karena lembaga perumahan dan permukiman di bawah pemda baru terbentuk, sehingga belum ada fokus lebih untuk rusun.

"Lembaga perumahan dan kawasan permukiman yang dikelola daerah baru terbentuk sebentar, nama dinasnya baru awal tahun ini ada, lembaganya baru ada," tuntas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.