Terkait DP 0 Persen, Jika Rusun Dimiliki Potensi Tunggakan akan Tinggi

Kompas.com - 25/04/2017, 09:37 WIB
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Pasangan terpilih Pilkada DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno menjanjikan pada masyarakat untuk bisa memiliki rumah susun (rusun) sendiri melalui program uang muka atau down payment (DP) 0 Persen.

Janji dan program itu dilatarbelakangi kondisi masyarakat yang hanya dapat menyewa rusun, bukan memilikinya.

Namun, Asosiasi Pengembang dan Perumahan Seluruh Indonesia (Apersi) melihat hal tersebut hanya akan memberatkan masyarakat terutama yang pendapatannya tak sampai Rp 7 juta.

Selain itu, potensi tunggakan cicilan rusun juga akan tinggi. 

"Memang semua orang kan ingin punya rumah sendiri, tetapi mereka nggak tahu kalau mereka punya rusun hak milik (rusunami), akan bayar lebih besar. Terutama untuk cicilannya," kata Ketua Umum Apersi Anton Santosa, kepada KompasProperti, Sabtu (22/4/2017).

Kedua, lanjut Anton, biaya pemeliharaannya akan tinggi karena dikelola sendiri oleh pengelola rusun sehingga bisa mencapai sekitar Rp 1 juta per meter perseginya.

Imbasnya, warga dengan pendapatan kurang dari Rp 7 juta memiliki kemungkinan besar untuk menunggak pembayaran biaya pemeliharaan rusun. Terlebih jika nantinya rusun tersebut punya lift.

Hal ini sudah terbukti pada rumah susun sewa (rusunawa) yang dikelola Pemerintah Provinsi (DKI) Jakarta.

Baca: Tunggakan Sewa Rusun Capai Rp 1,37 Miliar

Itulah mengapa menurut Anton pemerintah pusat hanya memberikan ketentuan kepemilikan rusunami bagi mereka yang berpendapatan minimal Rp 7 juta agar bisa membayar cicilan dan biaya pemeliharaan secara rutin dan tepat waktu.

"Nah orang-orang nggak lihat ke situ. Memiliki rumah sendiri untuk warga miskin nonsense-lah. Mereka akan menunggak pada biaya pemeliharaan, belum ditambah cicilannya," pungkas Anton.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.