Kompas.com - 08/04/2017, 15:26 WIB
Presiden RI Joko Widodo saat meninjau progres pekerjaan fisik ruas jalan tol Bawen-Salatiga di wilayah Desa Polosiri, Bawen, Kabupaten Semarang, Sabtu (8/4/2017) siang. Kompas.com/ Syahrul MunirPresiden RI Joko Widodo saat meninjau progres pekerjaan fisik ruas jalan tol Bawen-Salatiga di wilayah Desa Polosiri, Bawen, Kabupaten Semarang, Sabtu (8/4/2017) siang.
|
EditorHilda B Alexander

BAWEN, KompasProperti - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) optimistis target oprasionalisasi Jalan Tol Trans-Jawa dari Jakarta hingga Surabaya pada akhir tahun 2018 akan tercapai.

Sedangkan secara keseluruhan Trans Jawa sampai ke Banyuwangi ditargetkan rampung, dan beroperasi penuh pada 2019.

Jokowi mengatakan hal itu setelah menerima penjelasan dari Menteri Pkerejaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat meninjau progres pekerjaan fisik ruas Tol Bawen-Salatiga di wilayah Desa Polosiri, Bawen, Kabupaten Semarang, Sabtu (8/4/2017).

"Sekarang tinggal konstruksi dan kita berharap Insyaallah nanti 2018 akhir, Jakarta-Semarang, Semarang-Solo, Solo-Surabaya tersambung. Dilanjutkan ke arah timur, Surabaya-Banyuwangi 2019 juga selesai. Artinya sambung dari ujung ke ujung di Jawa," kata Jokowi.

Sebagai bagian dari Tol Trans-Jawa, untuk Jalan Tol Semarang-Solo hingga saat ini progres pekerjaan fisiknya sudan mencapai 97 hingga 99 persen.

Kompas.com/ Syahrul Munir Presiden RI Joko Widodo saat meninjau progres pekerjaan fisik ruas jalan tol Bawen-Salatiga di wilayah Desa Polosiri, Bawen, Kabupaten Semarang, Sabtu (8/4/2017) siang.
Persoalan pembebasan lahan yang menjadi kendala sudah diselesaikan, termasuk di ruas Bawen-Salatiga ini.

Jokowi mengakui, pada jalan tol seksi III Bawen-Salatiga ini menghadapi kendala paling berat lantaran topografinya yang meliputi perbukitan.

Salah satunya di 2,5 kilometer pertama ruas Bawen-Salatiga yang masih menyisakan pekerjaan cut and fill sekitar 140.000 meter kubik tanah yang harus dibuang.

"Problem yang paling berat adalah di Tuntang, karena berhadapan dengan bukit-bukit yang harus dipotong dan dibuang ke tempat lain. Hampir sekitar dua juta meter kubik yang pindahkan, dan ini sisa 140.000 (kubik) yang harus diselesaikan," terang Jokowi.

Sementara itu Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna mengakui, upaya mempercepat pekerjaan fisik pada ruas Bawen-Salatiga ini terkendala cuaca buruk.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.